Share


BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni mengapresiasi upaya para pemuda yang menginisiasi aksi memagari situs tali rafia.

Menurutnya, memang perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk lebih mengapresiasi benda-benda cagar budaya, baik melalui dinas pendidikan dan kebudayaan, sekolah-sekolah, maupun aksi-aksi nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Sekarang kebudayaan itu kan menjadi tupoksinya Dikbud. Di sana itu sudah ada yang membidangi kebudayaan dan sudah ada program-program dalam rangka mengidentifikasi berbagai warisan budaya di Bondowoso,” ujar Bupati Amin usai sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato presiden dalam rangka HUT Kemerdekaan ke 72, Rabu (16/8).

 

Baca Juga : 500 Lebih UKM di Bondowoso Sudah Kantongi Izin Edar

 

Sebenarnya kata Bupati Amin, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah-langka bagaimana melestarikan cagar budaya, dan juga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan anak muda yang tergabung dalam Tim Eksplore Megalith Bondowoso (TEMB) menggalang pengumpulan tali rafia untuk memagari ribuan situs megalitikum yang tak terawat dengan baik. Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi cagar budaya yang seharusnya dirawat dengan baik sebagaimana layaknya benda-benda sejarah.

Sementara Ketua Komunitas TEMB, Christyan Agung mengungkapkaan bahwa, terdapat 1200 situs megalitikum terlantar karena minimnya kepedulian pemerintah. Sehingga benda-benda bersejarah tersebut terkadang ada yang dipindah bahkan dihancurkan oleh warga karena mengganggu lahannya. (och)