BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni membuka Diklat Pim IV angakatan 182 di Pendapa Bupati, Kamis (15/3).

Bupati dua periode itu mengharapkan agar semua peserta dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Karena diklat ini merupakan upaya untuk peningkatan capacity building masing-masing ASN. Selain itu, diklat ini dinilai dapat membentuk personality behavior yang pada gilirannya akan membawa pengaruh pada organization behavior

“Menjadi hal yang sangat penting di tengah tuntutan masyarakat yang kian tinggi,” sebut Bupati Amin.

Menurutnya, unsur pelaksana birokrasi harus semakin responsif dan bersifat memberikan jalan keluar terhadap segala permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah membutuhkan birokrasi yang efektif dan efisien menuju zona bersih dan melayani pada setiap OPD.

“Saya ucapkan selamat kepada semua peserta. Mudah-mudahan menjadi bagian dari upaya kita dalam membangun komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang kita inginkan secara maksimal,” pungkas bupati, dilanjutkan dengan ketok palu tanda secara resmi dimulainya kegiatan diklat.

Sementara itu, Kepala BKD Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa latar belakang dilaksanakannya diklat adalah untuk meningkatkan kompetensi dan karena masih banyaknya pejabat eselon IV yang belum melaksanakan diklat.

“Diklat ini bertujuan untuk membentuk kompetensi kepemimpinan operasional dan membentuk pemimpin perubahan pada pejabat struktural sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Amin Minta Tomas Membantu Meningkatkan Derajat Kesehatan

Mochammad Suluh, Perwakilan dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Kompetensi dan Manajerial  menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Bondowoso selama ini atas dukungan dalam upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia aparatur birokrasi.

Suluh juga menyinggung release dari Lembaga pemeringkat internasional, Price Waterhouse and Cooper yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia dan inovasi birokrasi yang beranjak naik dari level 41 menjadi peringkat 32.

“Diklat semacam ini menjadi penting karena semua negara tengah berlomba menjadi yang terbaik, sebab diklat dapat membentuk gaya kepemimpinan yang transformasional,” ungkapnya.

Data dihimpun, jumlah peserta menurut laporan kepala BKD adalah 40 orang PNS dengan rincian, golongan III/b sebanyak 6 orang, Golongan III/c sebanyak 23 orang dan golongan III/d sejumlah 11 orang. Sedangkan para narasumber atau widya iswara terdiri dari widya iswara propinsi Jawa Timur, dewan pakar dari perguruan tinggi yakni Universitas Jember dan pejabat dari organisasi perangkat daerah pemerintah kabupaten Bondowoso.

Ada pun metode yang akan dilaksanakan antara lain dengan cara kuliah atau tatap muka, komfrensi, Studi Kasus, Benchmarking to Best Practice dan outbound dengan beban anggaran dari APBD tahun anggaran 2018.

Diklat pola baru akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan mulai tanggal 15 Maret 2018 sampai dengan tanggal 4 Juli 2018 mendatang dan dilaksanakan di UPT Balai Latihan Kerja dan Industri Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kecamatan Tenggarang. (och)