BPS Jatim Akan Lakukan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan

SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) mulai pusat sampai daerah secara serentak akan mengadakan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) lanjutan pada Agustus hingga September 2017 mendatang. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih rinci tentang profil usaha atau perusahaan.

Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan, SE2016 lanjutan pada 2017 adalah untuk mendata secara rinci Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha menengah Besar (UMB).

“Pada SE2016 yang dilakukan pada 1-31 Mei 2016 hanya mencacah berapa pendapatan dan berapa pengeluaran.Untuk SE lanjutan akan ditanyakan sumber pendapatan dari mana dan pengeluarannya digunakan untuk apa saja?,Dengan dilakukannya hal tersebut, akan bisa diketahui profil proses usaha di Jawa Timur yang lebih tajam dan akurat,” katanya di kantornya Surabaya tadi siang.

SE2016 lanjutan, menurut Teguh Pramono, akan melakukan pencacahan terhadap UKM secara sampel.Untuk UMB akan dilakukan pencacahan dan pendataan secara lengkap. Kecuali kategori G atau perdagangan besar, eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor sesuai dengan derektori usaha/perusahaan berskala menengah dan besar.

“Pencacahan tersebut dilakukan guna memperoleh informasi lebih rinci mengenai struktur ketenaga kerjaan, permodalan, struktur biaya dan produksi serta prosfek usaha dan lain-lainnya,” jelasnya.

 

Baca Juga : DPRD Jatim Minta Satgas Pangan Sanksi Tegas Penimbun Bahan Pokok

 

Teguh Pramono lebih lanjut mengatakan, kegiatan SE2016 merupakan sensus ekonomi yang berskala besar sehingga pelaksanaanya dilakukan secara bertahap. Kegiatan pendaftaran usaha atau perusahaan yang dilakukan pada 2016 merupakan tahap awal SE2016. Dari hasil pendataan tersebut telah diperoleh kerangka sampel usaha/perusahaan berskala mikro dan kecil serta katergori usaha/perusahaan berskala menengah dan besar.

“SE2016 akan bisa memetakan daerah-daerah kabupaten atau kota yang jumlah perusahaannya banyak dan daerah usaha atau perusahaannya sedikit,” tambahnya.

Kalau di suatu daerah tersebut banyak perusahaan, lanjut Teguh Pramono, dipastikan aktivitas ekonominya cukup maju.Sedangkan daerah yang jumlah perusahaan sedikit maka aktivitas ekonominya rendah. Dengan rendahnya aktivitas ekonomi dipastikan sumber pendapatan masyarakat rendah.

“Setelah diketahuinya peta-peta daerah yang aktivitas ekonominya rendah,maka pemerintah secepatnya turun tangan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui,SE2016 lanjutan nanti Jawa Timur akan membutuhkan sekitar 9.000 petugas pencacah lapangan. Sedangkan pada SE2016 Jawa Timur telah menerjunkan sekitar 55.000 orang petugas pencacah lapangan dan telah berhasil mencacah dan mencatat 4,67 juta usaha atau perusahaan non pertanian.(sga)