Share

BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mewaspadai pergantian musim yang diprediksi akan terjadi pada bulan ini. Pasalnya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, di bulan November ini musim kemarau akan berakhir dan mulai memasuki musim penghujan.

“Awal musim hujan menurut BMKG diperkirakan dimulai bulan November ini,” ungkap Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triatmojo Kepada Memo Indonesia saat ditemui usai mengikuti apel kesiapsiagaan bencana di Alun-alun Ki Bagus Asra, Senin (05/11).

Berdasarkan pegalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Kukuh, saat pergantian musim, beberapa daerah Bondowoso rawan terkena bencana apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Bencana yang menimpa umumnya seperti tanah longsor, angin puting beliung dan banjir.

Diungkapkan Kukuh, beberapa Kecamatan masuk dalam peta darurat bencana, diantaranya Kecamatan Curahdami pada Desa Kupang dan Sumber Salak, Kecamatan Klabang pada Desa Leprak dan Wonoboyo, Kecamatan Wringin pada Desa Sumber Canting, Kecamatan Pakem pada Desa Gading Sari dan Kecamatan Ijen pada Desa Kalianyar.

“Saat musim hujan memiliki ancaman yang tinggi terhadap banjir, longsor dan puting beliung yang biasanya disebabkan oleh hujan dengan intensitas tunggi. Wilayah tersebut ketika memasuki musim penghujan sering terjadi bencana longsor,” tambahnya.

Untuk itu, BPBD Bondowoso telah melakukan serangkain persiapan. Mulai dari sisi personil SAR (Search and rescue) sebanyak 230 personil, tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. Serta alat-alat penunjang seperi alat berat eskavator, mobil rescue, tenda pengungsian dan lain-lain.

Ia juga menghimbau agar masyarakat selalu siaga menghadapi bencana yang datangnya secara tiba-tiba seiring dengan pergantian musim.

“Bencana itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya, jadi masyarakat diharapkan agar selalu waspada,” pungkasnya. (abr)