BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mulai menghitung jumlah kerugian akibat angin puting beliung yang terjadi di dua desa, yakni Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan dan Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari.

Winarto, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bondowoso, menjelaskan memang pihaknya masih menunggu hasil laporan dan perhitungan dari tingkat desa. Namun, ditaksir kerugian tidak terlalu besar, mengingat kerusakan parah terjadi pada sebuah rumah rusak dan dua warung rusak berat.

“Dari sisi korban satu orang. Di dalam rumah tertimpa pohon lumayan besar pohonnnya, korban berlindung, mungkin keseleo-keselo cukup diurut nggak sampek dibawa ke Puskesmas. Kemudian di Grujugan Lor itu dua warung yang tertimpa pohon dan di Kejawan satu rumah yang rusaknya parah,” ujarnya ditemui Memo Indonesia.

Sekarang BPBD Bondowoso, kata Winarto, tengah membagikan bantuan sembako bagi korban puting beliung, Jum’at (15/12).

 

Baca Juga : Gandeng Donatur Swiss, Pemkab Sukses Bangun Jembatan Gantung

 

Ditanya perihal bantuan ganti rugi kerusakan yang dialami oleh warga, Winarto, memastikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan melalui dana APBD. Namun, untuk jumlahnya disesuaikan dengan tingkat kerusakannya.

“Di BPBD ada standar nilai kerugian. Pertama bantuan darurat mungkin hari ini atau besok bantuan kebutuhan dasar, sembako. Kemudian, di Perbup kita itu ada dana stimulan. Ada gradenya, kalau nilainya terendah itu Rp 500 ribu dan tertinggi Rp 10 juta. Jadi kisarannya sekitar 10 persen dari nilai kerugian terdampak,” jelasnya.

Diketahui, angin puting beliung merusak puluhan rumah di Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan dan Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari, Kamis (14/12). Data dihimpun di lapangan, Angin puting beliung terjadi usai turunnya hujan es.

Kepala Desa Kejawan Sugianto, menuturkan bahwa ada sekitar empat rumah di RT 28 rusak akibat angin puting beliung. Belum lagi, beberapa pohon besar tumbang, dan menimpa salah satu rumah warga.

Pemilik rumah, Supry, 56, bahkan mengalami luka-luka karena saat kejadian tak bisa melarikan diri sehingga tertimpa puing-puing bangunan.

“Saya tidak sempat lari keluar,  karena dalam keadaan sakit,” tuturnya.(och)