Share


BONDOWOSO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengakui alat pendeteksi yang dimiliki tak efektif untuk mendeteksi potensi serta bencana longsor di kawasan rawan bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Bencana BPBD Bondowoso, Winarto mengatakan ada tiga alat deteksi longsor yang saat ini terpasang di Kecamatan Pakem, Wringin dan Binakal. Alat itu sebenarnya difungsikan sebagai sistem peringatan dini bagi warga.

“Alat deteksi lonsgor itu tidak efektif jarak jangkaunya. Kalau deteksi longsor kan arahnya cuma 20 meter ke samping. Itu kalau ada gerakan,” ungkap Winarto pada Memo Indonesia, Jum;at (25/1).

 

Baca Juga : Peduli Sesama, Club Motor BKRC Serahkan Bantuan Korban Bencana Banten Melalui PMI

Ia menyebut bahwa sejauh ini untuk mitigasi bencana lebih banyak pada kearifan local, dan komunikasi di masyarakat terus digalakkan. Tentu dengan melibatkan semua pihak, termasuk tim Orari, dan jaringan kepala desa juga stand by dan saling menyampaikan informasi di group WA, dan group HT.

“Tapi papan peringatan kita pasang. Kita pasang untuk memperabarui,” ungkapnya.

Adapun titik paling rawan bencana longsor di Bondowoso, kata Winarto, yaitu di Kecamatan Maesan, Binakal, Klabang dan Kecamatan Ijen.(och)