SURABAYA – Usai menjalani serangkaian pemeriksaan tahap dua di Kejaksaan Negeri Surabaya, bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan langsung digelandang ke Rumah Tahanan Medaeng.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, penahanan tersebut dilakukan lantaran beberapa alasan. Salah satunya untuk mempermudah proses persidangan.

“Iya tersangka Henry J Gunawan kami tahan, tujuannya agar tidak melarikan diri dan memperlancar jalannya persidangan,” katanya.

Henry J Gunawan menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik ke jaksa penuntut umum, ditambahkannya Henry J Gunawan dijemput paksa oleh penyidik Polrestabes Surabaya.

“Sudah dilakukan dua kali pemanggilan, tapi tidak datang dan dia dijemput oleh penyidik Polrestabes Surabaya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat Henry J Gunawan digiring petugas menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo (Rutan Medaeng). Henry sempat melontarkan kalimat.

“Ada konspirasi, tidak beres,” kata Henry sambil menuju mobil.

Dari pantauan di lokasi, Henry tiba di kantor Kejari Surabaya yang berlokasi di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya sekitar pukul 11.00 WIB, tadi siang. Ia mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak, Henry dikawal sejumlah penyidik dan pengacaranya turun dari mobil Toyota Alphard bernopol L-1614-SH dan langsung memasuki kantor Kejari Surabaya.

 

Baca Juga : Remaja dan Pelajar Dilarang Kenal Pada Narkoba

Tak hanya itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela, juga turut mendampingi Henry menjalani pelimpahan tahap dua kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan notaris Caroline C Kalampung. Mobil Toyota Fortuner nopol B-8448-US terlihat milik AKBP Leonard terlihat sudah terparkir di halaman parkir kantor Kejari Surabaya.

Perlu diketahui, Henry ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar oleh notaris Caroline. Saat itu, penyidik Polrestabes Surabaya mengantongi dua bukti atas keterlibatan Henry dalam kasus ini.

Perlu diketahui, Henry J Gunawan resmi menyandang status tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan setelah Kejari Surabaya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polrestabes Surabaya. Dalam SPDP tersebut tertulis nama Bos PT Gala Bumi Perkasa itu sebagai tersangka kasus penipaun dan penggelapan atas laporan seorang notaris bernama Caroline.

Kasus yang menjerat Henry J Gunawan ini bermula saat notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10 miliar.

Atas perbuatannya, notaris Caroline akhirnya melaporkan Henry ke Polrestabes Surabaya. Setelah melakukan sejumlah penyelidikan, penyidik kemudian penyidik akhirnya menetapkan Henry J Gunawan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (sga)