BONDOWOSO – Musim kemarau telah mulai berjalan sejak Agustus lalu. Cuaca alam ini sering menjadi pemicu peristiwa-peristiwa kebakaran di hutan atau lahan-lahan (Karhutla) garapan warga. Karena itulah, Pemerintah Daerah telah menetapkan siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan hingga akhir bulan Oktober 2017.

“Penetapan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan ini dimulai sejak awal Agustus hingga akhir September di tingkat kabupaten. Tapi kalau berdasarkan BMKG dari Provinsi siaga ini sampai akhir Oktober 2017. Karena itu nanti yang siaga di tingkat kabupaten ini akan kami tinjau lagi, harapnnya Oktober sudah ada hujan.”

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, BPBD Bondowoso, Wiratno, ditemui usai Rapat Koordinasi persiapan simulasi penangan Kebakaran hutan dan lahan, di Aula Makodem 0822 Bondowoso, Selasa (19/9).

Untuk menindaklanjuti siaga ini, kata Wiratno, maka Kodim 0822 Bondowoso membentuk Satgas Komando Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di tingkat Kabupaten. Ketua satgasnya yakni Komandan Kodim 0822, kemudian juga turut dilibatkan Kepolisian Resort Bondowoso, BPBD, Perhutani, PMI, Dinas PUPR, serta sejumlah instasi terkait.

 

Baca Juga : HUT TNI ke-72, Kodim Bondowoso Gelar Baksos Donor Darah

 

Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Tarmuji, mengatakan, kebakaran yang terjadi di hutan maupun lahan-lahan warga ini bukan hanya menjadi tugas dari instansi tertentu namun semuanya memiliki tanggung jawab yang sama, termasuk masyarakat. Sehingga perlu diberikan edukasi terkait penanggulangan kebakaran hutan ini, baik penanganan pra kebarakaran, saat kebakaran, maupun pasca kebakaran. Untuk itulah, satgas penanggulangan kebakaran hutan ini dalam waktu dekat akan melakukan simulasi.

“Simulasi ini tujuannya adalah untuk memudahkan setiap unsur dalam melakukan apa yang dia lakukan saat terjadi kebakaran. Walau pun kebakaran ini sudah terjadi di mana-mana, namun saya kira ini tidak salah bila ini lebih bersinergi terpadu dalam melakukan langkah-langkah,” ujarnya.

Ia juga menerangkan selama ini dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan masih belum ada protab atau SOP yang jelas. Karena itulah, dari simulasi yang rencananya akan dilakukan di Desa Sumber Suko, Kecamatan Klabang ini maka diharapkan bisa dibentuk SOP dalam penanggulangan bencana kebakaran.

Informasi dihimpun, dalam simulasi tersebut akan dilibatkan sekitar 300 orang yang terdiri dari personil TNI, Polri, BPBD, kesehatan dan lembaga masyarakat desa hutan. (och)