Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan membangun Pusat Megalithikum di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Sejumlah situs purbakala rencananya akan dipindah dan dikumpulkan di tempat tersebut.

Menurut Heri Kusdariyanto, Kasi Sejarah Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso,  di Bondowoso ada sekitar 1.400 situs purbakala. Namun tidak semua situs akan dipindah, hanya situs-situs yang memenuhi persyaratan yang bisa dipindah.

Ada pun persyaratan yang dimaksud adalah situs yang tidak disakralkan oleh masyarakat, sudah disetujui oleh tokoh masyarakat sekitar untuk dipindah, unik ,sudah hampir punah, dan tentunya sudah diteliti lebih lanjut oleh Badan Cagar Budaya.

“Dalam undang-undang yang memiliki kewenangan dalam memindah dan melakukan kajian terhadap situs Purbakala adalah Badan Cagar Budaya. Jadi Pemindahannya pun masih menunggu hasil kajian Badan Cagar Budaya.”

“Sekarang pihak kami sudah komunikasi dan kajiannya sedang dilakukan. Insyallah rampung bulan Oktober atau November tahun ini,” kata Heri pada Memo Indonesia.

Dia menjelaskan kalau situs-situs purbakala yang tidak dijinkan untuk dipindah, nanti akan dibuatkan replikanya. Selain itu, di Pusat Megalitikum ini juga akan disediakan berbagai photo dan informasi terkait semua situs purbakala di Bondowoso. Sehingga, walaupun tidak ada bentuk fisiknya, pengunjung tetap bisa melihat replika dan membaca informasinya.

“Walaupun replikanya juga masih harus diperhitungkan dengan benar. Mulai dari hadapnya kemana, ukurannya berapa,” paparnya. Sejumlah situs yang rencananya yang akan dipindah di antaranya, empat batu besar, dan satu kubur lempeng, kemudian ada sarkofagus dan wadahnya, serta batu kenong.

Heri mengatakan bahwa Pusat Megalitikum ini akan dibangun di lahan seluas 300 meter persegi. Lahan yang ada adalah milik pemerintah daerah. “Kurang luas memang, tapi ini kami harapkan bisa menjadi embrio untuk pengembangan Pusat Megalithikum sleanjutnya,” harapnya. (och/esb)