BONDOWOSO – Kabupaten Bondowoso menjadi salah satu kabupaten percontohan QRIS (Quick Response Indonesia Standart) untuk E-Retribusi pasar Kabupaten Bondowoso.

Rencananya, pilotting QRIS ini akan dilaksanakan di Pasar Induk Bondowoso, Maesan, Wonosari, Prajekan, dan Tamanan.

Menurut Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, dalam seremonial Proyek Percontohan QRIS untuk E-Retribusi Pasar, di Pendopo Bupati, Kamis (14/2/2020), langkah pilotting QRIS yang dilakukan Diskoperindag Bondowoso dengan bersinergi bersama Bank Jatim dalam membangun kerja sama pembayaran retribusi secara elektronik sudah tepat. Pasalnya, potensi besar terhadap beredarnya uang itu ada di pasar.

“Pasar ini sangat potensi, dan ini pilihan cerdas Bank Jatim dan ini baru pertama kali ya. Supaya di ikuti Kabupaten-Kabupaten yang lain. Ada istilah, pajak mantap, negara maju. Salah satunya retribusi ini,”jelasnya.

 

Baca Juga : Siswa SMK Manbaul Ulum Dididik Disiplin Oleh Bataliyon 514 Raider

 

Dalam kesempatan tersebut, dia pun mengingatkan Diskoperindag agar terus meningkatkan terus intensifiksi dan ekstensifikasi retribusi. Akan tetapi, penting untuk memperhitungkan betul besaran retribusi dimaksud agar masyarakat tidak terbebani.

“Harapan saya bank Jatim bukan hanya nanti bekerja sama dalam E-Retribusi tapi nanti juga bekerja sama dengan Diskoperindag, membuka kantor kas atau apapun namanya memang menangani orang-orang di pasar,”harapnya.

Informasi dihimpun menyebutkan bahwa Peluncuran QRIS dilakulan untuk memudahkan pembayaran E-retribusi pasar bagi petugas pasar dan pedagang dengan scan kode QR aplikasi yang sudah di sediakan oleh Bank Jatim.

Tampak hadir dalam.peluncuran proyek tersebut Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Direktur Bank Jatim, Kepala Bank jatim Bondowoso, Kepala Pasar dan seluruh OPD Bondowoso.(och)