Share
Tersangka saat ditangkap petugas

SURABAYA – Dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kabupaten Malang berhasil meringkus seorang pengedar bandar narkotika golongan 1 jenis sabu yang beroperasi di Wilayah Kabupaten Malang.

Adapun dari tangan tersangka petugas berhasil menyita sekaligus mengamankan Barang Bukti (BB) Narkotika serbuk haram jenis sabu dengan seberat bruto 231,89 gram, dan daun kering jenis ganja seberat  97,30 gram dengan siap edar.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Jawa Timur, AKBP. Wisnu Chandra, SH, MH menjelaskan, bahwa benar dari kami melakukan penangkapan seorang pelaku bernama Samsul Arifin Warga Jalan Mayjen Sutoyo, Lowokwaru, Kabupaten Malang, yang terduga setelah mendapatkan info tentang maraknya peredaran gelap narkotika hingga menindak lanjuti penyelidikan dari petugas BNNK Kabupaten Malang.

“Kami mendapatkan info tersebut segera melakukan pendalaman hingga pemetaan jaringan oleh BNNK Kabupaten Malang, hingga dari BNNP Jatim berfokus pada pelaku ini memiliki intensitas distribusi cukup tinggi dengan seukuran pada Wilayah Kabupaten,” katanya saat ditemui ruang kerjanya Rabu, (09/08) Siang.

Perwira Asal Bandung, Jawa Barat ini melanjutkan, saat dilakukan pemantauan, pelaku mendatangi perusahaan Bus Antar Provinsi dan mengambil paket narkotika tersebut.

“Setelah petugas melakukan penggeledahan dan penghadangan kami temukan barang bukti serbuk haram narkotika jenis sabu – sabu sebanyak 270 gram, kemudian ketika kami kembangkan perkaranya melalui merujuk jalur distribusi, dan gudang, serta save house. Dari pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa petugas melumpuhkan dengan timah panas di kaki kiri,” tegasnya.

 

Baca Juga : KPU Jatim Harap NPHD Segera Terealisasi

 

Dari hasil pengakuan pelaku, dikatakannya hanya menjadi pengedar di bawah kendali dari dalam Lapas Porong seorang Narapidana (Napi) berinisial HH.

“Pelaku mengaku barang haram itu didapat dari seorang pelaku lainnya yang tidak dikenali berada di daerah Ibukota Jakarta, serta sekali menjadi perantara dan pengedar dibayar dengan upah 5 Juta,” ujarnya

Barang Bukti (BB) tersangka

Wisnu menambahkan, jaringan ini tidak terkoneksi dengan jaringan Surabaya, namun dia memiliki stok yang konstan, sehingga intensitas distribusinya lancar, hal ini yang menjadi perhatian dari pihak BNNP Jatim.Bahkan, jaringan ini juga mengandalkan transportasi darat sehingga cukup licin, namun setiap tindak pidana pasti meninggalkan jejak,maka dari itulah jejak-jejak yang kini didalami oleh petugas.

“Untuk jaringan pelaku sendiri masih dalam pengembangan BNNP Jatim guna mengungkap, dari mana barang haram tersebut diperolehnya, Selanjutnya terhadap pelaku berinisial HH, Napi dalam Lapas Porong, pihak Petugas BNNP Jatim akan bekerja sama dengan Kanwil Kemenkum Ham Jawa timur untuk melakukan penyidikan hingga pengembangan perkara lebih dalam,” pungkasnya.

Adapun barang bukti yang disita berupa diantaranya, 4 buah Handphone merk Sony warna putih dan 1 buah Nokia warna biru, 1 buku tabungan rekening BCA atas nama pelaku Samsul Arifin, dan uang tunai sebesar 43,5 juta, 1 alat hisab bong, 7 bendel klip plastik, 7 bendel kertas, 1 timbangan digital, 5 buah sedotan, serta foto copy KTP.

Dari pelaku akan terancam Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 (2) Juncto, Pasal 132 ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Mereka dikenakan ancaman pidana hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (sga)