Share

 

Kepala Bidang (Kabid) pemberantasan BNNP Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra saat ditemui Motim dikantornya,Kemarin

SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur selama Bulan Juli 2017 telah berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jaringan Lapas Porong dan peredaran narkotika antar Provinsi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) pemberantasan BNNP Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra dikantornya, tadi pagi.

Penangkapan yang pertama, dikatakannya berhasil menangkap 1 tersangka berinisial AR warga Sidoarjo.Pelaku ini merupakan Pegawai Sipir di Lapas Porong.

“Pelaku kami tangkap di lokasi depan RSUD Sidoarjo, Sabtu (15/07), kemarin,” katanya.

Karena tersangka melakukan perlawan, dijelaskannya maka petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara melumpuhkan tembakan dengan mengenai kaki pengedar yang mengaku sudah menjalankan bisnis haram ini selama 6 bulan.

“Kepada petugas pelaku mengaku mengedarkan sabu-sabu hanya kepada penghuni Lapas Porong.Dari tangan pelaku, petugas BNNP menyita barang bukti sabu seberat 20 gram,” jelasnya.

Perwira asal Bandung, Jawa Barat ini mengungkapkan, dari hasil penangkapan yang ke 2, petugas berhasil menangkap 2 pengedar sabu-sabu. Pelaku berusaha menghilangkan jejak agar tidak terendus petugas, modus para pelaku ini dengan mengoperkan barang haram itu kepada pelaku yang lain.

 

Baca Juga : Polresta Probolinggo Bersama BNN Persempit Peredaran Narkoba Jalur Laut

 

“Pada Hari Minggu (30/7), tersangka ini berhasil kita bekuk dan kami berhasil mendapatkan barang bukti narkotika jenis Sabu seberat 3 kg,” ungkapnya.

Ketika petugas meminta kedua pelaku untuk menunjukkan di mana lokasi tempat markasnya, dipaparkannya AS salah satu tersangka mengelak dan melawan serta hendak melarikan diri, dengan terpaksa petugas melepaskannya tembakan ke arah tersangka dan akhirnya dari pelaku tersebut meninggal saat hendak di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim,” ujarnya.

Dengan adanya penangkapan ini, ditambahkannya, petugas BNNP Jatim akan melakukan pengembangan serta berkordinasi dengan BNN Pusat yang beraada di jakarta.

“Hal itu dilakukan karena kami menduga jaringan-jaringan tersebut berada di Jakarta dan Lapas yang ada di Jawa Timur,” pungkas Perwira mantan Bareskrim Polda Metro Jaya ini.(sga)