Share

SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan ganja seberat 10 kilogram melalui jasa pengiriman. Petugas juga berhasil menangkap dua orang tersangka yang belakangan diketahui bernama Bayu Maulana Wahyudi alias Keepfly Maulana (26) warga Jalan Gubernur Suryo, Tlogo Pojok, Gresik Gresik dan Ayub Hazkia Oroh (28) warga Jalan Petemon, Surabaya.

Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjend Polisi Fatkhur Rahman mengatakan, kedua tersangka berhasil ditangkap di tempat yang berbeda. Keepfly Maulana ditangkap di Jalan Kartini, Kebomas, Gresik saat itu tersangka baru saja mengambil paketan di J&T. Dari penangkapan itu, petugas menemukan ganja 5 kilogram.

“Dari tersangka Keepfly Maulana berhasil kami kembangkan, tersangka mengaku mendatangkan ganja bekerjasama dengan temannya yang ada di Surabaya yakni Ayub Hazkia Oroh. Dari keterangan itu, kami kemudian berhasil menangkap Ayub Hazkia Oroh berikut barang buktinya 4 kilogram lebih jenis ganja,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Peringati Hari Kartini BNN Surabaya Minta Peran Para Ibu Dalam Bahaya Narkoba

 

Fatkhur Rahman menjelaskan, usai menangkap kedua tersangka, pihaknya melakukan penggeledahan di tempat tinggal tersangka Keepfly Maulana. Saat menggeledah rumah Keepfly Maulana, petugas menemukan barang bukti satu paket ganja yang masih terbungkus lakban warna coklat, handphone yang digunakan melakukan transaksi, bukti resi pengambilan paketan dan timbangan elektrik. “Kedua tersangka mengaku, kalau ganja 10 kilogram didatangkan dari Medan dan Aceh,” tambahnya.

Ditanya soal pengiriman, Fatkhur Rahman menjelaskan bahwa barang dikirim lewat paketan J&T. Rencananya, ganja tersebut akan dijual dengan sasaran kampus-kampus di seluruh Jatim. 1 Kg ganja dijual sekitar Rp 5-5,6 juta. “Waktu pengiriman ke Surabaya, ganja disembunyikan dalam karung yang isinya mangga untuk mengelabui nama jenis paket pengiriman. Saat ini kita sedang mengejar jaringannya,” pungkasnya.(sga)