BONDOWOSO – Tampaknya stigma masuk menjadi anggota kepolisian membayar mahal harus kita pupus. Buktinya, seorang anak yatim bernama Dicky Agus Setiawan dari desa Wonosari, RT/RW 28/9, Bondowoso, diterima masuk sebagai salah satu siswa Bintara Khusus TI angkatan tahun 2018.

Dicky selama ini hidup bersama ibunya, Satria (53), yang bekerja sebagai penjual jagung di Pasar Wonosari untuk menghidupi keluarganya.

Dengan berpenghasilan yang serba pas pasan, Satria, yang telah menjanda sejak 2012 lalu itu, hanya mampu menutupi biaya sehari-hari keluarganya.

Saat berbincang dengan Memo Indonesia, Ia mengaku masih seperti mimpi anaknya mampu lulus seleksi menjadi anggota Kepolisian tanpa membayar.

“Saya tidak bayar sama sekali dan memang tidak ada uang. Pas waktu anak saya bilang mau daftar polisi, saya bilang mau dapat dari mana uang. Tapi Dia bilang yang penting doanya ” ujar Satria saat mempersiapkan jualan jagungnya, Sabtu (4/8).

Ia pun bercerita bahwa putra ke empatnya dari lima bersaudara itu, memang sering mengutarakan bahwa sangat ingin menjadi Polisi. Bahkan, sejak duduk di bangku SMP, putranya itu sering meminta didoakan agar bisa menjadi Polisi.

“Saya selalu berdoa meminta kepada Allah SWT yang terbaik buat putra saya dalam mengikuti seleksi polisi tahun 2018 ini. Alhamdulillah akhirnya anak saya mampu lulus seleksi. Tidak bayar lagi,” kata dia haru.

Ia pun berpesan agar putranya saat mengikuti pendidikan agar tekun, dan tetap tidak meninggalkan ibadah sholat lima waktu.

“Pesan saya kepada anak nanti kalau mengikuti pendidikan dan telah berhasil menjadi polisi agar tidak terjerumus ke dalam narkoba,” pesan dia.(och)