Share

BONDOWOSO – Warga penerima beras sejahtera (rastra) mengeluhkan kualitas Rastra yang mereka terima. Pasalnya, banyak beras berwarna kusam dan ada batunya. Salah satu keluhan itu disampaikan oleh Sri Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Kota, Bondowoso. Beras yang diperoleh dari Bulog Bondowoso menurutnya kualitasnya tidak bagus. Selain kusam, terkadang beras yang didapat juga banyak batunya. Jadi sebelum dikonsumsi kebanyakan warga mengeluarkan uang ekstra, untuk menyelep kembali beras tersebut.

Sementara itu, pantauan di lapangan oleh Memo Indonesia, selain ada warga yang menyelep kembali beras itu, ada juga warga penerima beras sejahtera yang menjual berasnya  kepada tengkulak dan toko disekitar rumahnya. Menurut salah seorang ibu rumah tangga, harga raskin yang dijual lebih mahal dari yang mereka setorkan. Jika, 1 kilogramnya mereka menebus ke Bulog sekitar Rp 1.800, maka dijual ke toko dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

 

Baca Juga : Bupati Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok di Bondowoso Stabil

 

Jika dijual pada tengkulak perusahaan tepung harganya dipatok Rp 5 ribu per kilogram. Dan uang penjualan itu bisa diambil sebelum raskin itu diserahkan kepada tengkulak. Sehingga, uang itu bisa digunakan untuk membeli beras yang kualitasnya lebih bagus atau untuk memenuhi kebutuhan yang lain seperti, beli kaos kaki anaknya yang bolong, membeli sabuk, membeli buku anaknya yang sudah habis, maupun membayar uang listrik.

Sementara itu, berkaitan dengan hal ini, Adhekan, Kasub Divre Bulog Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya  siap untuk mengganti beras yang diterima oleh Rastra jika kualitasnya tidak layak konsumsi.

“Saat ini juga bisa dilaporkan ke bulog, kemudian langsung kita ganti,” katanya di hadapan awak media saat menjelaskan ketersedian beras kepada Bupati Amin Said Husni di Gudang Bulog Bondowoso hari ini (24/5).

Masyarakat, kata dia, bisa datang ke kantor Bulog Bondowoso, dan jika beras pengganti ada, langsung akan diganti yang lebih layak konsumsi. (och/esb)