BONDOWOSO – Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pekerjaan Umum (PUPR) Bondowoso, Karna Suswandi meninjau langsung ke lokasi jebolnya empat bendungan akibat diterjang banjir bandang di Desa Kerang Anyar, Klabang, Selasa (16/1).

Saat tiba di lokasi, Karna geleng-geleng kepala melihat banyaknya puing-puing kayu yang terbawa banjir sehingga menyumbat lubang bendungan. Akibatnya, kontruksi bendungan yang tak kuasa menahan besarnya tekanan air jebol.

“Bisa dilihat sendiri bahwa banjir membawa material kayu yang sangat banyak. Sehingga fungsi pembuangan dam tidak berjalan dengan lancar karena tertutup banyaknya kayu,” ungkap Karna.

Baca Juga : PPK Proyek Tol Paspro, Tolak Tuntutan Warga Desa Klampok Buka Akses Jalan Tol

Jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan tidak berfungsinya saluran irigasi. Sehingga seluas 502 Hektar lahan warga tidak dapat teraliri secara maksimal.

Pantauan Memo Indonesia di lapangan, demi mencukupi kebutuhan pengaliran air ke lahan warga, terlihat Karna dan puluhan petugas UPT SDA Prajekan yang juga didampingi warga sekitar sedang melakukan perbaikan. Agar untuk sementara waktu saluran irigasi bendugan dapat berfungsi kembali sebelum pembangunan kontruksi bendungan dilakukan.

“Oleh karena itu kita berusaha menyelesaikannya secepat mungkin. Agar irigasinya dapat berfungsi lagi,” jelas Karna.

Karna mengucapakan banyak terima kasih kepada segenap petugas UPT SDA dan warga, yang secara sukarela telah bergotong royong berupaya melakukan perbaikan.

“Hari ini kita bersihkan Dam dari puing kayu. Meski masih belum tuntas secara keseluruhan, saya sangat berterima kasih kepada unsur UPT SDA kecamatan Prajekan bersama masyarakat telah bahu-membahu untuk memperbaiki Dam,” pungkas Karna. (abr)