BONDOWOSO – Hampir setiap hari terjun ke lokasi proyek melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan pelaksanaan proyek benar-benar sesuai spesifikasi dan tidak terjadi kecurangan. Mengendarai mobil dan rela naik kendaraan bermotor karena tidak bisa dilewati mobil hingga kendaraan yang dinaikinya terasa naik kuda karena berbatu.

Bahkan, harus rela berjalan kaki melewati jalan setapak di areal persawahan di bawah terik matahari yang menyengat. Keringat pun tampak membasahi baju hingga sepatu yang dipakainya penuh lumpur. Namun, di wajahnya tetap memancarkan senyum dan tak menyurutkan semangat untuk melihat langsung pelaksanaan proyek di lapangan.

Meski sesekali raut wajahnya berubah merah karena marah setelah menemukan hasil proyek yang kurang bagus dan diduga tidak sesuai spesifikasi. Tak segan-segan Karna Suswandi meminta rekanan untuk membongkar dan memperbaikinya. Bahkan, juga meminta pengawas bekerja maksimal tidak hanya duduk di kantor dan menunggu laporan.

“Jangan percaya dengan laporan kalau tidak melihat sendiri hasilnya proyek. Pengawas itu harus terjun ke lokasi dan melihat langsung,” pintanya tadi pagi.

 

Baca juga : Karna Suswandi Tegaskan Bekerja Ikhlas Bukan Pencitraan atau Ingin Dipuji

 

Amarah ini ditunjukkan Karna Suswandi saat melihat ‘bokongan’ alias penahan dinding saluran irigasi yang masih terlihat ada rembesan air sangat deras. Kontan saja, proyek yang diduga dikerjakan oleh CV Balqis ini langsung diminta agar diperbaiki sebelum dilakukan serah terima (ST) karena berpotensi hilangnya air sangat banyak.

“Seharusnya kalau sudah dibangun ‘bokongan’ (penahan dinding, red) tidak ada rembesan air sangat besar seperti ini. Kalau ini masih terjadi, potonsi hilangnya air juga banyak ke hilir. Saya minta agar diperbaiki sebelum ST,” ujarnya.

Rencananya, Karna Suswandi di lokasi garapan CV Balqis ini juga akan menggali kedalaman dasar pondasi untuk mengecek apakah sesuai spesifikasi atau tidak.

Namun, akhirnya kesal karena cangkul atau pacul yang diminta ke pelaksana tak segera diantar. Sehingga Karna memilih meninggalkan lokasi dengan tetap meminta diperbaiki.

“Tolong, rembesan air ini jangan sampai terjadi lagi dan segera perbaiki,” tambahnya dengan meninggalkan lokasi seraya meminta pengawas bekerja maksimal melakukan tugasnya.

Meski ditemukan sejumlah kekurangan, Karna mengapresiasi para pengawas proyek khususnya perempuan karena dinilainya sudah bekerja maksimal. Namun, Karna tetap mengingatkan agar konsultan pengawas benar-benar melaksanakan fungsinya. Fungsi pengawasan, kata Karna, harus benar-benar diterapkan supaya kualitas proyek sangat bagus.

“Sehingga hasil proyek bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dalam menjalankan tugas dan fungsi, konsultan tidak mengabaikan tugasnya. Selama ini banyak konsultan yang hanya bertugas mengawasi di atas kertas, tanpa turun lapangan. Kalau ada yang tidak sesuai, tegur saja pekerjanya. Jangan dibiarkan bekerja tidak sesuai petunjuk teknis,” tegasnya. (ron)