BONDOWOSO – Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bondowoso menggelar simulasi terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Penguasaan Hutan, Jalan Raya Situbondo, Kecamatan Kelabang. Kegiatan itu melibatkan sekitar 300 personel Polri dan TNI, Perhutani, Pemadam Kebakaran, BPBD, serta masyarakat yang tergabung dalam Mayarakat Peduli Api.

Dalam simulasi digambarkan adanya hutan yang terbakar. Sejumlah masyarakat serta petugas dari Polri dan TNI, melakukan upaya pemadaman. Bahu-membahu masyarakat dan TNI berusaha memadamkan api dengan cara manual, menggunakan ranting pohong. Kemudian, mobil PMK datang dan api dengan cepat bisa dipadamkan. Sementara itu, selang dua menit, ambulance milik Dinas Kesehatan datang menolong warga yang pingsan karena asap api.

Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, simulasi itu dilakukan agar semua pihak memiliki pemahaman dan komitmen yang sama. Bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini menjadi tugas bersama. Karena itu Ia berharap, simulasi itu menambah tingkat kewaspadaan semua elemen masyarakat.

“Mempunyai pemahaman bahwa pencegahan itu ternyata adalah lebih diutamakan daripada setalah kejadian itu terjadi.”

“Setidaknya masyarakat untuk menjaga hutan yang kita miliki. Karena hutan itu adalah warisan dunia. Walaupun kita tidak punya hutan, tapi kita juga menikmati hutan. Minimal mereka tidak menjadi pelaku,” ujarnya.

 

Baca Juga : Bondowoso Siaga Karhutla Hingga Akhir September

 

Sementara itu, Wakil ADM Wilayah KPH Situbondo Muhammad Ajib, menjelaskan bahwa luas keseluruhan hutan Perhutani di Bondowoso dan Situbondo mencapai sekitar 88 ribu hektare. Sementara rasio karyawan Perhutani KPH Bondowoso sekitar 270.

Artinya, satu orang mengawasi ribuan hektar. Karena itu, perhutani mengedepankan komunikasi sosial terutama dengan masayrakat sekitar. Caranya melibatkan mereka dalam menjaga hutan.

“Kalau khusus di Bondowoso luasannya sekitar 54 ribu hektar, dan alhamdulillah potensi kebakaran hampir itu-itu saja yakni di tebing ijen. Itu pun rerumputan dan ilalang saja. Notabennya tidak ada kerugian secara financial,” ungkap Ajib.

Terkait simulasi itu, Ajib mengaku sangat mengapresiasi Satgas Penanggulangan Karhutla. Menurutnya, antisipasi dan penanggulangan Karhutla ini sangat penting dalam pemadaman dan pembasahan api saat terjadi Karhutla.

“Kami harapkan nanti yang penting terutama masyarakat sekitar. Karena mereka lebih dekat dengan kebakarannya. Dibanding daerah lain Bondowoso dan Situbondo termasuk daerah yang aman,” pungkasya. (och)