SITUBONDO – Warga  asal desa Silomukti, Kecamatan, Mlandingan, Situbondo Khalid Asy’ari (45) dan anaknya Moh Farhan (10),  berpamitan mancing namun berujung musibah. Khalid serta  putranya  hilang di laut dan tak kunjung pulang usai pamitan memancing ikan di perairan Kecamatan Mlandingan, kabupaten Situbondo, Selasa (11/7).

Menurut keterangan kordinator  Tim Pusdalops BPBD Situbondo, Purirwanto, pihaknya melakukan penyisiran dibantu oleh  nelayan sekitar. Tim Gabungan Basarnas Jember dan Polair di lokasi melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet ke tengah laut.

Informasi yang berhasil dihimpun, memancing sudah bagian dari kesenegan Khalid Asy’ari yang berprofesi sebagai guru SD di Kecamatan Mlandingan. Bahkan ketika tidak ada aktifitas mengajar Khalid menghabiskan waktunya dengan memancing. Saat kejadian, Ia mengajak anaknya yang baru duduk di kelas Sekolah dasar untuk  pergi memancing ke tengah laut.

 

Baca Juga : Dinkes Jember Adakan Penyuluhan Calon Jemaah Haji

 

Belakangan diketahui Khalid dan anaknya tidak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga korban meminta kepada kerabat keluarganya untuk membantu mencari Khalid dan Farhan dan melaporkan Ke polsek dan Tim SAR.

Terpisah Menurut keterangan Kapolsek Mlandingan, AKP Moh. Subakri, pada saat mereka berpamitan pergi memancing sampai larut malam mereka tidak kunjung pulang. “Akhiranya pihak keluarga melaporkan ke Polsek setempat di lanjutkan dengan laporan ke Tim BPBD Situbondo,” kata Subakri.

Namun hingga hari ini, tim Gabungan masih belum menemukan Korban. Tim Gabungan Pusdalops BPBD Situbondo yang dibantu nelayan sekitar terus melakukan pencarian. (yud)