Share

JEMBER – Sejumlah titik di ruas jalan Tidar, Jember terlihat rusak parah. Banyak lubang dan kikisan aspal tersebar di sepanjang jalan. Warga sekitar menyayangkan kondisi. Selain mengganggu kenyamanan, juga membahayakan pengendara.

Pantauan Memo Indonesia, aktifitas pengendara di jalan Tidar setiap harinya tergolong padat, selain jalan tersebut masih berada di area dekat kampus, jalan itu juga digunakan sebagai akses lalu-lalangnya truk yang menuju ke arah Tidar.

Selain itu, jalan tersebut banyak dilalui oleh kalangan masyarakat umum dan mahasiswa yang kos atau kontrak di daerah Tidar. Jalan ini juga merupakan akses jalan yang menuju ke Secaba Rindam V Brawijaya Jember dari arah Mastrib, Riau dan Kaliurang.

Sedikitnya, 19 titik berlubang parah di sepanjang jalan tersebut. Di samping itu, beberapa titik aspal lainnya sudah mulai terkikis dan membuat kondisi aspal tidak rata. Kondisi tersebut membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati, khususnya saat hujan.

Seorang warga Tidar yang bertempat di Perum Puri Nirwana menyesalkan kondisi jalan yang mulai parah dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. “Jalannya sudah rusak begini, sudah parah ini. Berlobang dan beberapa ada yang dalam” Ujar pria bernama Naufal Hanif. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang parah itu membuatnya tidak nyaman dan menganggu perjalanannya untuk beraktifitas.

Ibnu Yassir Abror, seorang mahasiswa yang setiap harinya melewati jalan tersebut juga merasakan hal yang sama. Dia merasa bahwa kondisi aspal di Jalan Tidar sudah membahayakan dan harus segera diperbaiki.

“Pemerintah harus sigap menangani rusaknya jalan ini. Seharusnya dibuat drainase di sekitar jalan agar aspal tidak tergerus air hujan dan semakin parah” harapnya. (hus/esb)