BONDOWOSO – Dalam debat publik tema “Ekonomi dan Pembangunan” panelis memberikan pertanyaan yang telah dimasukan ke dalam fish ball, pada Sabtu malam (19/5). Salah satunya yakni tentang peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui maksimalisasi pungutan pajak retribusi atau menggerakkan iklim investasi yang inklusif. Dari dua cara tersebut, yang manakah yang akan diunggulkan oleh paslon.

Menanggapi hal ini pasangan calon nomor dua, melalui Cabup Ahmad Dhafir menjabarkan bahwa menurut ketentuan, minimal 10 persen dari APBD adalah pendapatan asli daerah yang dihimpun dari retribusi dan pajak daerah. Tentu sebagaimana visi dan misi paslon nomor dua yang akan dijabarkan dalam RPJMD. Yakni skala prioritasnya adalah pariwisata. Karena, objek wisata itu memberikan multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

Baca Juga : Survey Hasil Debat Pilkada Bondowoso, Dhafir – Dayat Unggul Mutlak

 

“Nanti pengunjung akan datang ke Bondowoso, menghabiskan uangnya di Bondowoso, dan ini tentu menjadi pendapatan asli daerah yang tanpa membebani masyarakat,” terangnya yang diikuti gemuruh tepuk tangan penonton. PAD itu menurutnya akan dihimpun melalui pajak hotel dan restoran.

Terlebih lagi, rencana pembangunan exit tol di Buduan, yang juga akan memberikan dampak terhadap eknomi masyarakat. Tentunya ini harus disambut dengan menggerakkan pelaku UMKM, dengan pembangunan outlet-outlet pusat oleh Bondowoso.

“Maka pasti di sepanjang jalan Jember hingga ke arak-arak ini diperlukan tempat-tempat dan outlet-otlet dan pasar-pasar yang diisi produk lokal ,” paparnya. (och)