BONDOWOSO – Sebanyak 73 pendaki yang tergabung di regu II tim ekspedisi merah putih puncak ijen Bondowoso berhasil mengibarkan bendera panjang di puncak tertinggi gunung ijen setelah melalui berbagai macam rintangan, Minggu (12/8). Membentangnya bendera kebanggan rakyat Indonesia itu tentu berkat kebulatan tekad seluruh aggota tim yang tak pernah kendor meski beberapa kali harus dihadapkan dengan cuaca buruk.

Seperti pantauan Memo Indonesia di lapangan, hembusan cuaca buruk berupa badai hujan ringan telah menimpa tim ekspedisi saat pemberangkatan pada pukul 01.00 WIB dini hari di pos Paltuding. Namun, adanya cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat tim untuk berusaha mengibarkan sang merah putih di gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl itu.

Cuaca di kawasan gunung Ijen semakin ekstrim. Semakin tinggi pendakian, maka semakin deras pula guyuran hujan yang menimpa mereka. Bahkan, hampir disepanjang rute yang cukup terjal mereka harus ekstra hati-hati karena jalur mulai licin seiring dengan meningkatnya debit air yang jatuh.

 

Baca Juga : Pembentangan 73 Meter Bendera Merah Putih, Tingkatkan Patriotisme Sekaligus Promosi Wisata

 

Setibanya di puncak pada pukul 03.30 WIB, badai hujan benar-benar makin berkecamuk. Sejauh mata memandang hanya terlihat kabut yang amat pekat yang disertai dengan derasnya hembusan angin. Bahkan tak sedikit dari mereka terlihat menggigil tak kuasa menahan hawa dingin.

Karena cuaca buruk tak kunjung usai, tim ekspedisi terpaksa harus menunda pengibaran. Mereka berharap cuaca ekstrim segera berakhir. Akhirnya, sekitar pukul 06.00 pagi, harapan tim ekspedisi terkabul. Curah hujan mulai surut, kabut pun sedikit demi sedikit menghilang. Momen yang ditunggu-tunggu tiba, bendera merah putih berdiameter 73 meter akhirnya bisa tersaji untuk negeri.

Tak selang cukup lama, hujan deras kembali datang. Setelah prosesi pengibaran usai, peserta ekspedisi turun kembali menuju Pos Paltuding. Bahkan disepanjang rute perjalanan turun mereka tetap menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Meski sesekali harus terjatuh oleh licinya turunan curam.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa ekspedisi tersebut merupakan upaya Pemkab Bondowoso dalam memupuk rasa nasionalisme di kalangan generasi muda dan masyarakat. Serta
sebagai upaya memperkuat brand image Kawah Ijen sebagai daerah tujuan wisata internasional.

“Ini merupakan salah satu cara yang kami memperingati kemerdekaan negara kita. Kemudian ijen merupakan anugerah alam yang sudah menjadi warisan dunia. Adalah tanggungjawab kita untuk mempromosikannya,” imbuh Bupati Amin saat melepas keberangkatan tim ekspedisi, Sabtu (11/8). (abr)