Share

SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) memastikan calon Gubernur (Cagub) Jatim yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur berasal dari Nahdlatul Ulama (NU). Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Hasto Kristianto di sela tasyakuran HUT Ke-72 RI sekaligus memperingati Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah di kawasan Bulak Banteng Surabaya yang diinisiasi Mat Mochtar, Ketua Gerakan Rakyat Jatim, kemarin.

Hasto mengatakan sebagai wujud tindak lanjut dan keseriusan mengusung calon dari NU, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta masukan kepada kiai-kiai sepuh NU di Jatim.

“Bu Mega telah memerintahkan Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah dan didampingi Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi meminta masukan kiai di Jatim,” katanya.

Masukan dari kiai-kiai NU, ditambahkannya sangat dibutuhkan karena bangsa ini, khususnya Jatim, tidak bisa lepas dari para ulama yang memiliki peran sentral. Dan PDIP sudah komitmen untuk bergandengan tangan dengan NU, terutama di Jatim.

 

Baca Juga : Khofifah Bisa Daftar Cagub Dari DPP PDIP

 

“Diharapkan pada waktunya partai akan menentukan nama terbaik untuk memimpin Jatim selama lima tahun ke depan. Dan September ini dijadwalkan rekomendasi sudah turun dari Bu Mega yang memiliki wewenang. Karena itu beliau meminta doa dan restu kepada kiai-kiai sepuh di Jatim,” pungkasnya.

Ditempat lain, DPD Demokrat Jatim akan melibatkan akademisi untuk menguji visi dan misi bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan di dukung Partai Demokrat Jatim. “Nanti mereka didepan panelis dari akademisi kampus akan memaparkan visi dan misinya yang juga dihadapan para pengurus DPC Demokrat se Jatim,” kata Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio.

Setelah dilakukan pemaparan, ditambahkannya pihaknya segera mengirimkan nama-nama tersebut ke Majelis Tinggi partai.

“Hasil uji visi dan misi didepan panelis dan DPC se Jatim ini juga akan dilampirkan untuk diajukan ke Majelis Tinggi untuk pertimbangan,” pungkas pria yang juga wakil ketua Komisi C DPRD Jatim. (sga)