Share

BONDOWOSO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bondowoso akan segera menormalisasi empat bendungan yang jebol beberapa waktu lalu. Empat bendungan yang tersebar di Kecamatan Botolinggo dan Kelabang itu diantaranya, yakni dam Saman, Klampok, Peh, serta Kokap.

Karna Suswandi, Kepala Dinas PUPR Bondowoso, menguraikan normalisasi itu akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dengan total biaya mencapai Rp 3,8 milliar . Rinciannya perbaikan terhadap Dam Saman diperkirakan menelan biaya Rp 2 milliar, Dam Klampok sekitar Rp 0,5 milliar, Dam Peh sekitar Rp 0,8 milliar, serta Dam Kokap 0,5 milliar.

“Anggaran tersebut berasal dari APBD, bukan dari dana tanggap darurat,” jelasnya.

Lebih jauh Ia menjelaskan, bahwa kegiatan normalisasi ini sengaja dilakukan pada APBD awal agar pada saat memasuki musim kemarau, seluruh irigasi sudah bisa berlangsung.

“Alhamdulillah, normalisasi daruratnya sudah dilakukan dan seluruh areal sawah yang 502 hektar itu sudah bisa dialiri semuanya. Kecuali yang terdampak langsung banjir,” jelasnya.

Baca Juga : Bendungan Jebol, Kadis PUPR Bondowoso Datangi Lokasi

Ia mencontohkan bahwa sebenarnya Dam Saman tidak mengalami kerusakan, akan tetapi arus banjir banyak membawa material kayu, sehingga menutup seluruh badan areal dari Dam. Akibatnya, Dam tidak berfungsi dan banjir itu membuat sungai baru di sebelah kirinya. Karena itulah, Dam ini perlu diperbesar.

“Oleh karena itu kita sedang komunikasi dengan masyarakat setempat ini bagaimana. Karena tidak mungkin kita memiliki anggaran untuk pembebasan lahan. Kalau disetjui yang diperlebar, kalau ndak ya tetep pergunakan Dam yang ada, tinggal bagaimana mengarahkan ke Dam yang sudah kita miliki dulu itu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat bendungan di kecamatan Kelabang dan Botolinggo jebol akibat diterjang banjir. Jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan tidak berfungsinya saluran irigasi. Sehingga seluas 502 Hektar lahan warga tidak dapat teraliri secara maksimal. Pada Selasa lalu (16/1), sehari setelah kejadian, Karna Suswandi, meninjau langsung. Bahkan, demi mencukupi kebutuhan pengaliran air ke lahan warga,  Karna dan puluhan petugas UPT SDA Prajekan yang juga didampingi warga sekitar melakukan perbaikan. (och)