Share

SURABAYA – Untuk mengatasi permasalahan properti atau perumahan yang pertumbuhannya menurun maka harus fokus pada suku bunga murah dan pengurangan pajak. Itu solusinya. Demikian disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo usai membuka Musda REI Jawa Timur 2017 di Surabaya, kemarin.

Menurut Pakde Karwo sapaan akrabnya, melalui dua cara tersebut maka properti akan jalan, karena masyarakat membeli rumah dengan harga yang lebih murah atau lebih terjangkau. Bunga murah yang dimaksudkannya, yakni pada kisaran satu digit. Permasalahan yang terjadi saat ini suku bunga perumahan berada di kisaran 14-18 persen.

“Ini yang membuat properti tidak bisa jalan. Kondisi ini berbeda dengan negara lain, dimana properti justru didorong dengan suku bunga murah,” ujarnya.

 

Baca Juga : Pakde Karwo Optimis Pusat Informasi Go Public Mampu Perluas Potensi Ekonomi Jatim

 

Sementara itu, ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menambahkan, DPP REI memfokuskan programnya pada pembangunan rumah rakyat, sebagai langkah menyukseskan program pemerintah mewujudkan satu juta rumah rakyat. REI berada di garis terdepan dan mewujudkan pembangunan rumah rakyat. Sikap ini juga bertujuan untuk memberikan semangat kepada anggota REI.

“Sebagai garda terdepan, kita perlu back up dari seluruh stakeholder yang ada seperti perbankan, infrastruktur, perijinan, dan lain-lain,” katanya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 207.266. Melalui pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak 94.892 unit, bersama Kodam V Brawijaya sebanyak 108.949 unit, serta dengan Armatim untuk wilayah pesisir sebanyak 3.425 unit.Dari sekitar 253.921 unit RTLH di Jatim telah diselesaikan sebanyak 207.266, dan sekitar 46 ribu RTLH yang belum direnovasi, dapat diselesaikan sekitar dua sampai tiga tahun ke depan.(sga)