BONDOWOSO – Sedikitnya ada 60 persen masyarakat Bondowoso berprofesi sebagai petani. Namun demikian, baru 0,2 – 0,3 persen petani yang memiliki lahan sendiri atau mayoritas masih menjadi buruh tani. Kondisi ini juga semakin mengkhawatirkan dengan rendahnya kesadaran petani akan pentingnya asuransi.

Di banyak kesempatan, Bupati Amin Said Husni sendiri berharap agar masa depan masyarakat Bondowoso adalah pertanianan, dan masa depan pertanian adalah Bondowoso.

Untuk itu, dalam kesempatan Abeg Rembeg sareng Bupati di Desa Tegal Mijin, Kamis (20/7), Bupati Amin Said husni mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan salah satu program pemerintah, yakni asuransi tani gagal panen. Melalui asuransi ini setiap petani bisa mendapatkan jaminan atas lahan yang sedang digarap. Petani cukup membayar sekitar Rp 36 ribu per hektar setiap musim panen.

“Ini sudah disubsidi pemerintah, dari nilai uang sebelumnya lebih dari Rp 200 ribu,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Ronteg Singo Ulung Awali Gelaran Bondowoso Herritage

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso mengatakan karena mayoritas profesi masyarakat Bondowoso adalah petani, maka kesejahteraan masyarakat perlu didorong melalui petani.

Salah satu kesejahteraan yang bisa diberikan kepada petani yakni melalui asuransi pertanian. Untuk itu Ia berharap agar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk menyosialisasikan dan mengajak para petani.

“Dalam asuransi ini petani tidak perlu membayar seluruhnya karena sudah disubsidi pemerintah. Makanya pemerintah hadir untuk petani,” pungkasnya. (och)