Share

BONDOWOSO – Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurohman, terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bondowoso. Arief secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum dalam Musyawarah Cabang HIPMI Bondowoso digelar di Orilla Cafe, Senin (2/3/2021) malam.

Sebagai formatur terpilih, Arief mengungkapkan telah memiliki proskyesi untuk menjalankan roda organisasi pengusaha muda ke depan. Sebagai nahkoda organisasi baru di Bondowoso yang bergerak di dunia usaha, Arief berkomitmen akan menggelorakan wirausaha di kalangan kaum muda, utamanya mereka para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Di kota lain, HIMPI itu dikenal dengan organisasi elit. Hanya pengusaha besar saja yang masuk HIMPI. Tapi keadaan itu tidak bagi Bondowoso. Saya akan buat HIPMI lebih membumi dengan menekankan memberdayakan UMKM,” terang Arief, Selasa (2/3/2021).

Secara garis besar, HIMPI Bondowoso mempunyai empat misi yang nantinya akan dijabarkan dalam program kerja pasca pelantikan digelar.

Pertama, BPC HIPMI Bondowoso akan mencetak, menjadi wadah bagi para pengusaha muda Bondowoso.

Kedua, Akan memfasilitasi persoalan hukum pengusaha muda. Utamanya dalam mengakses perizinan.

 

Baca Juga : 1 Maret 2021, Pemkab Bondowoso Tambah ‘Pasukan’ Plt

 

Tiga, menginiasi persediaan modal. Memberikan suntikan modal kepada para pengusaha melalui kerja sama dengan perbankan maupun melalui kas organisasi.

Ke-empat, menjadikan BPC HIPMI Bondowoso yang membumi. Yakni dengan mendorong memberdayakan UMKM.

“Ada empat hal yang tentu akan kita kerjakan. Salah-satunya kita akan kawal proses perizinan semudah mungkin agar mudah diakses oleh pengusaha. Sebab hal ini masih kerap menjadi kendala. Tentu kita akan jadi mitra pemerintah,” ungkapnya.

Arief mengatakan tidak ada kategori usaha khusus untuk dapat bergabung dalam HIPMI. Menurutnya, berbagai macam profesi usaha dapat berimpun di HIPMI. Mulai sekala kecil hingga skala besar.

“Kalau di Bondowoso tidak harus pengusaha besar yang bisa bergabung, pengusaha UMKM pun bisa bergabung,” terangnya.

Pria asal Kecamatan Grujugan tersebut menambahkan, selaku pengusaha muda, dirinya mempunyai tanggung jawab besar selain hanya membesarkan omset pribadi. Yakni bagaimana dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat Bondowoso melalui HIPMI.

“Kalau pengusaha sudah cukup untuk dirinya sendiri. Sekarang kita berbuat kepada masyarakat lewat Hipmi,” pungkasnya.

Data yang terhimpun, setidaknya sudah ada sekitar 50 pengusaha muda Bondowoso yang terhimpun dalam HIPMI. Mulai dari Komisaris Utama PR. Gagak Hitam, Komisaris Air Minum A3, Kontraktor, pengusaha pelayanan jasa hingga pelaku UMKM. (abr)