Share

SITUBONDO – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Situbondo menggelar musyawarah cabang dalam rangka melaksanakan laporan pertanggung jawaban pengurus DPC APDESI kabupaten Situbondo.

Kegiatan yang sekaligus untuk melakukan reformasi kepengurusan itu, dilaksanakan di Hotel Lotus SMK 1 Panji Situbondo, pada Rabu (14/9/2022).

Dalam kesempatan itu, Kades Banyuputih yaitu Juharto, terpilih sebagai Ketua APDESI Kabupaten Situbondo yang baru.

Salah satu pembina APDESI, M. Matnaji menjelaskan, ada 76 orang kepala desa yang memiliki hak suara. Dan hasil penghitungan diperoleh hasil Muspro. Yakni, Kades Banyuputih Juharto dan A.Misuri sama-sama memperoleh 38 suara.

Setelah dilakuan rapat dihasilkan keputusan untuk Ketua APDESI yang baru disepakati diberikan pada Kades Banyuputih yaitu Juharto.

Keputusan tersebut juga telah di sepakati oleh Misuri selaku kandidat calon ke dua.

“Keputusan tersebut juga telah di sepakati oleh A Misuri selaku kandidat calon ke dua,” tegasnya.

Ia mengharapkan pada Ketua APDESI yang baru agar lebih amanah dalam menjalankan tugas.

Baca Juga : Status dan Honor Tak Pasti, Satpol PP di 23 Kecamatan Ngadu ke Wabup Irwan

Selain itu, pihaknya meminta pada Ketua APDESI agar secepatnya membentuk pengurus baru. Agar semua aspirasi dan permasalahan para kepala desa bisa tertangani dengan baik.

“Saya minta bentuk koordinator wilayah, wilayah barat, tengah dan timur,” ucapnya.

Selain itu, dirinya meminta agar Ketua APDESI bisa mengayomi seluruh anggotanya. Terutama ketika ada salah satu kepala desa ( kades) yang sedang bermasalah dengan pihak berwajib. Secepat mungkin masalah tersebut dijadikan pekerjaan prioritas.

“Sehingga masalah yang sedang dialami Kades tersebut bisa di selesaikan dengan baik,” pintanya.

Pantauan di lapangan, proses pemilihan ketua DPC APDESI sempat ricuh dan dihentikan sementara. Karena, dengan hasil yang sama, sempat akan dilakukan pemilihan ulang. Namun, banyak Kades yang sudah pulang dulu.

Berbagai perbedaan pendapat terjadi di antara anggota. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, tak lama kemudian pembina DPC APDESI sebanyak tujuh orang menggelar rapat tertutup.(Ipung)