BONDOWOSO – Sebanyak 86 warga Bondowoso dinyatakan positif Covid-19 dari klaster Salem atau PT. Panca Mitra Multi Perdana dan PT. Tri Mitra Kabupaten Situbondo. Akibatnya, kapasitas tiga tempat isolasi yakni RSDK, RS Bhayangkara dan Klinik Paru hampir penuh. Bahkan dikhawatirkan tidak bisa menampung pasien lebih banyak lagi.

“Kalau lihat klaster terakhir ini, kita kan mengantisipasi,” Ungkap Bupati Bondowoso Salwa Arifin melalui Kepala Dinas Kesehatan M. Imron usai Coffe Morning pembahasan penanganan Covid-19, Senin (3/8/2020).

Rencananya, Tim Gusus Tugas Penanganan Covid-19 Bondowoso bakal memanfaatkan beberapa ruangan di Klinik Paru yang masih tersisa. Sebab dibanding dengan tempat isolasi yang lain, hanya Klinik Paru yang dimungkinkan bisa menambah kapasitas.

“Kita nanti juga lihat kemungkinan apakah di Klinik Paru masih bisa dilakukan penambahannya,” jelasnya.

 

Baca Juga : Diduga Sewakan Tanah Kas Desa Tak Sesuai Prosedur, Warga Desa Taal Adukan Kadesnya

 

Selain di Klinik paru, juga ada rencana untuk memanfaatkan beberapa Puskesmas yang dianggap memenuhi persyaratan. Diantaranya seperti jauh dari pemukiman warga dan fasilitas yang tersedia.

“Nanti bisa juga di Puskesmas. Tapi kita lihat dulu tempat tidurnya. Dan yang terpenting harus jauh dari pemukiman warga,” paparnya.

Usai acara Coffe Morning, Bupati Salwa bersama Wapub Irwan bergegas pergi ke Klinik Paru untuk melakukan peninjauan rencana penambahan ruang isolasi.

Untuk informasi, jumlah pasien Covid-19 dari klaster Salem yang tengah diisolasi berjumlah 62 orang. Rinciannya, di Klinik Paru 33 orang, RSDK 18 orang dan RS Bhayangkara 4 orang. Sedangkan 7 orang menjalani isolasi mandiri. (abr)