Share

BONDOWOSO – Guna mengantisipasi gejolak sosial dan konflik antar perguruan silat, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko mewanti-wanti para ketua dan pelatih masing-masing perguruan silat di Bondowoso.

Kapolres Wimboko menegaskan, pencak silat merupakan salah satu budaya bela diri khas Indonesia yang tentunya juga berfungsi sebagai pemersatu bangsa serta dapat melahirkan bibit muda yang dapat mengharumkan nama Bondowoso.

“Yang seharusnya berangkat dari kerukunan bangsa Indonesia,” katanya.

Kapoles menegaskan, apabila terjadi benturan antar perguruan, maka masing-masing perguruan silat melalui ketua, pelatih dan rekan-rekannya yang akan bertanggungjawab.

“Kita akan periksa, kita akan minta pertanggung jawaban dalam hal pengawasan terhadap anak didiknya,” lanjutnya.

Selain itu, jika terjadi benturan-benturan atau pertikaian antar perguruan silat, diharapkan agar segera diselesaikan dengan arif dan bijaksana.

“Duduk satu meja, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, untuk menyamakan visi dan menyelesaikan masalah yang terjadi,” beber Kapolres.

Baca Juga : Bondowoso Kembali Terima Bantuan Program Jatim Puspa, DPMD : Penerimanya Capai 222

Untuk itu, pihaknya tetap memberikan atensi terhadap potensi terjadinya gejolak sosial. Dengan cara mengimbau dan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan melakukan konsolidasi bersama seluruh perguruan silat. Tujuannya untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan melahirkan pesilat tangguh yang dapat mengharumkan nama baik Bondowoso.

“Untuk selanjutnya mereka akan diikutsertakan dalam kejuaran Kapolda Cup yang akan digelar beberapa waktu ke depan. Alhamdulillah sejauh ini Bondowoso zero kaitan dengan perkelahian perguruan silat,” pungkasnya. (abr)