Share

SURABAYA  – Saifudin (33) warga tangga baru RT. 04/RW. 01 Desa Tangga baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima Nusa tenggara barat akhirnya merasakan penggapnya sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pasalnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai jagal sapi ini telah melakukan penganiayaan.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Arief Kristanto membenarkan telah menangkap pelaku penganiayaan di wilayah hukumnya.

“Pelaku telah menganiaya temannya di samping masjid Mujahidin jl. Teluk Nibung Surabaya pada Hari Rabu (02/8), sekitar pukul 23.00 Wib,” katanya.

Saat kejadian, diungkapkannya pelaku saat itu melakukan muatan hewan berupa sapi ini menutup paksa pintu truk dan mengenai kaki korban bernama M. Rosid dan Munir.

“Saat itu pelaku emosi mendengar ucapan buruh lain yang mengatakan jangan kasar nantik mengenai buruh lainnya,” ungkapnya

 

Baca Juga : Lima Pelaku Begal Taksi Online Dibekuk Polisi

 

Dari kata-kata tersebut, dijelaskannya pelaku tidak terima dan langsung mengeluarkan sebilah pisau penghabisan untuk menghabisi korbannya.

“Pelaku mengejar korban sambil membacok pisau tersebut dan terkena punggung, tangan kiri luka sobek dan jari manis kanan putus, beruntung saat kejadian dapat dilerai dengan rekannya namun korbannya pingsan,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ditambahkannya saat ini pelaku dan barang bukti berupa 1 buah pisau penghabisan dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah bernopol L-6516-SA diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Pelaku kita jerat denga pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 5 Tahun penjara,” pungkasnya. (sga)