BONDOWOSO – Kasus pasung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bondowoso tahun demi tahun mulai menurun. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dari 2017 hingga 2019 para pasien ODGJ satu persatu dibebas pasungkan.

Pendamping pasung dari Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, Muzaiyanah, menyebut, di tahun ini pasien pasung di Bondowoso hanya tersisa satu saja. Yakni pasien inisial SWD yang berada di Curahdami. Beberapa hari lalu, SWD sempat akan dilepas pasungnya dan akan mendapat perawatan intensif di RSU Koesnadi. Namun, pihak keluarga tak berkenan. Akhirnya, SWD hanya mendapat perawatan dirumah saja dan tetap dipasung.

“Tinggal SWD ini. Karena keluarganya tidak mengizinkan untuk dibebaskan. Selain sudah sering kabur dari rumah sakit, dia juga membahayakan orang lain,” jelasnya, Rabu (17/11/2020).

Sejak tahun tahun 2017 hingga 2018 belasan pasien pasung akhirnya dibebaskan. Tahun 2019 nyaris nihil pasien pasung. Hanya SWD saja salah satu pasien yang belum berhasil dibebaskan. Menurutnya, pelayanan pendampingan kepada pasien pasung cukup maksimal yang dilakukannya dan beberapa pihak terkait lainnya.

“Tentu ini berkat kerja sama semua pihak diantaranya Dinas Kesehatan,” terangnya.

 

Baca Juga : HKTI Situbondo Deklarasikan Dukung Paslon Karunia

 

Meski pasien bebas pasung di Bondowoso tinggal seorang saja. Persoalan baru kembali muncul. Siklusnya adalah, pasien bebas pasung mendapat perawatan di RSU Koesnadi. Setelah dinyatakan mulai sembuh mereka dikembalikan ke keluarganya. Beberapa bulan di rumah, ada yang kumat lagi dan kembali masuk RS. Lalu, siklus itu terus saja berputar.

“Belum adanya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) atau lokasi khusus bagi mereka pun menjadi salah satu problem,” ungkapnya.

Dirinya berharap, semua pihak yang terlibat, seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Satpol PP, Dinas Sosial, Kepolisian, TNI dan pihak lainnya bersinergi guna terus mengatasi salah satu problem ODGJ dan orang pasung di Bondowoso kedepan. Shelter atau tempat penampungan khusus di Bondowoso menjadi problem semua pihak dalam penanganannya kedepan.

“Saya berharap ada perhatian lebih untuk penanganan Penyandang Masalah Kesehjahteraan Sosial (PMKS) di Bondowoso ini. Agar kami para pekerja atau relawan dapat lebih maksimal dalam bekerja,” harap Moza. (abr)