Share

BONDOWOSO – Angka kecelakaan di Bondowoso menurun hingga 70 persen selama bulan Maret dan April 2029.

Hal ini disebut terjadi karena karena ada penerapan social dan physical distancing, selama wabah virus corona.

“Selama seminggu kita empat kali menyosialisasikan sosial dan physical distancing. Sehingga masyarakat membatasi geraknya,” demikian diterangkan oleh Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Budi Setiyono, Selasa (21/4/2020).

Ia menerangkan dalam 10 hari kadang tidak ada satupun Lakalantas. Karena jalanan lengang, sehingga arus sangat lancar.

Menurutnya, dua bulan sebelum bencana Covid-19. Tepatnya Januari dan Februari. Lakalantas masih cukup tinggi.

“Di Bondowoso, khususnya yang black spot. Dua bulan sebelum Covid-19 masih tinggi. Misalnya di Maesan empat hari sekali terjadi kecelakaan. Alhamdulillah sudah menurun drastis,” jelas Budi.

 

Baca Juga : Ratusan Pekerja di Bondowoso Dirumahkan Akibat Virus Corona

 

Dijelaskannya juga, bahwa di setiap perbatasan Bondowoso ada Posko pemantauan Covid-19. Total ada enam titik chek poin.

“Ada di daerah Maesan; Wringin; Sempol, Terminal; Tamanan dan Prajekan,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat. Agar menyadari adanya pandemi Covid-19. Meminta mereka tak keluar rumah, jika tidak terlalu penting.

“Jika terpaksa harus keluar. Jaga jarak. Jangan lupa pakai masker. Cuci tangan pakai sabun,” imbaunya.

Sementara terkait Mudik Lebaran, di tengah Pandemi Covid-19 ini. Pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat. “Sebaiknya jangan mudik,” sarannya.(och)