BONDOWOSO – Anggota DPRD Bondowoso Fraksi PKB Mansur mendatangi rumah rumah Muhammad Hendra Arisyanto, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Daksa yang diminta mengundurkan diri dari kelas VII SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso oleh guru dan kepala sekolah, Rabu (5/8/2020).

Kedatangannya tak lain untuk memberikan dukungan terhadap anak warga Desa Kemuning, Kecamatan Tamanan.

Ia mengaku sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Hendra. Karena memang pemerintah mempunyai program sekolah inklusi, yang mana proses pembelajaran tidak dibedakan dalam satu kelas. Namun perlakuannya yang berbeda.

” Ya, aturannya sudah ada, tinggal implementasinya saja. Buktinya tiap sekolah berbeda, ada yang mau dan ada yang tidak mau menerimanya,” ungkapnya.

 

Baca Juga : ABK Daksa Diminta Mundur oleh Sekolah, Dikbud Bondowoso Turun Tangan

 

Ia berharap kejadian ini tak terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, cukup hendra ini, yang pertama dan terakhir. Jangan menambah beban mental dari anak ini, seharusnya pihak sekolah membantu,” ujarnya.

Sementara itu dari PGRI, Soni Andi Wijaya, menambahkan, dalam menyelesaikan permasalahan ini seperti mengurai benang kusut. Karena kelas inkluaif sudah di programkan pemerintah, belum bisa dilaksanakan di semua sekolah.

” Yaitu, sekolah inklusif telah diprogramkan, tetapi pelaksanaannya dibawah belum banyak yang melakukan kelas inklusif. Saya berharap kedepannya setiap sekolah memiliki sekolah inklusif,”pungkasnya.(och)