Share

BONDOWOSO– AW (40) warga dusun Toli Gundah, desa Ampelan, kecamatan Wringin bernasib malang. Itu menyusul setelah diperlakukan semena-mena oleh oknum polisi sehingga mengakibatkan luka bakar di bagian tubuhnya. Pasalnya, dia dituduh telah melakukan pengrusakan hutan yang tak pernah dia lakukan.

Hal itu diakui AW saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/9) tadi siang. Menurutnya, di lengan sebelah kanan tangannya saat ini ada bekas luka sumetan (bakar) rokok. Luka bekas yang sudah menghitam ada 5 titik, yakni di lengan bawah tiga dan lengan atas dua.

“Saya dulu diduga melakukan pengrusakan kayu Sengon tahun 2015. Kayu sengon itu punya Pak Tonari. Padahal ya saya tidak melakukan perusakan,” ungkapnya.

Ia pun bercerita bahwa Jum’at lalu, 14 September 2018, dirinya tiba-tiba dijemput oleh oknum polisi sekitar Pukul 14.00 WIB. Ia dimintai keterangan di Polsek Wringin. Walaupun pada akhirnya, Sabtu (15/9) sekitar pukul 12.00 WIB, ia dipulangkan. Akan tetapi, saat proses menggali keteranga, oknum polisi tersebut diduga melakukannya dengan cara kekerasan, yaitu sumet pakai rokok dan pemukulan.

“Saya dibawa ke Polsek sama Pak Tonari dan Pak Prim Buser anggota Mapolres Bondowoso. Serta Babinkamtibmas Polsek Wringin Pak Arib,”ceritanya lirih.

Namun demikian, di dalam kejadian ini pihaknya telah berdamai dengan Pak Tonari. Serta tidak akan melakukan penuntutan.

“Saya ini orang kecil mas, mau memukul saja, tidak sampai kepada orang yang mau dipukul, jika dilaporkan saja saya sudah kenak,” pungkasnya.

Sementara Kapolsek Wringin, Iptu Agus Utomo mengatakan tidak ada penangkapan, hanya saja pemanggilan terhadap AW sebagai saksi.

“Karena tidak cukup bukti, maka AW kami lepas. Dan tidak ada penganiayaan terhadap AW,” tandasnya.(och)