Share

 

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Drs. H. Amin Said Husni, menyebut Cagub Jatim Gus Ipul dan Cabup Bondowoso Ahmad Dhafir sebagai tokoh sentral kader NU pilihan jumhur ulama Jawa Timur. Dikatakan oleh Amin, mereka maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, bukan semata-mata hanya demi meraih kekuasaan bagi keduanya, melainkan untuk meneruskan rangkaian mata rantai perjuangan Nahdlatul Ulama yang telah dilakukan, bahkan sebelum bangsa Indonesia lahir.

“Jangan lihat ini sebagai rangkaian perebutan kekuasaan untuk Gus Ipul dan Pak Dhafir saja. Kalau itu yang dipahami, maka masih dangkal pemahaman perjuangan kita. Justru ini merupakan rangkaian perjuangan politik sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh ulama pendahulu,” papar Amin dalam sambutannya di acara sedulur ngaji di PP. Nurut Tholabah, Pancoran, Selasa (15/5).

Baca Juga : Bupati Amin : Mari Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Keluarga Kita

Lebih lanjut Amin menjelaskan, bahwa memperjuangkan calon pemimpin pilihan ulama adalah bagian dari upaya untuk membentengi agama itu sendiri. Salah satunya menjauhkan agama dari produk politik yang justru mengancam tegaknya sendi-sendi agama. Karena menurut Amin, agama dan politik ibaratkan mata uang yang satu sisi dengan yang lain tidak bisa dipisahakan.

“Agama merupakan sumber inspirasi bagi perjuangan politik. Sedangkan
Politik merupakan alat perjuangan yang membentengi agar agama tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang justru merusak agama itu sendiri,” ucap Amin yang juga menjabat sebagai Bupati Bondowoso itu.

“Mari mantapkan dan niatkan hati kita, untuk menjadi bagian dari mata rantai dari perjuangan ulama,” pungkas pria kelahiran pulau garam itu. (abr)