BONDOWOSO – Akhir-akhir ini seringkali ditemukan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax”. Informasi tersebut seringkali disebarkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jika tidak berhati-hati, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Di samping itu juga, dikhawatirkan bisa mencederai kondusifitas dan keamanan Bondowoso, utamanya di momen-momen kampanye Pilkada.

Berangkat dari permasalahan inilah, Dinas Komunikasi dan Informasi Bondowoso mengajak ratusan mahasiswa untuk turut ambil bagian dalam mengedukasi masyarakat dalam menciptakan Pilkada yang damai, tanpa berita hoaks atau palsu. Melalui Sosilisasi Pengawasan dan Pengaman Informasi di Aula Sabha Bina 2, Kamis (31/5).

Zainul Bahri, Kepala Bidang Diskominfo Bondowoso, menguraikan,melalui mahasiswa maupaun sejumlah ASN yang hadir dalam acara sosialiasi Diskominfo ini diharapkan bisa memilii kesatuan pandangan yang konkrit bagaimana informasi dari pemerintah, termasuk tentang Pilkada ini bisa sampai kepada masyarakat secara utuh.

“Tidak bias, tidak setengah-setengah, dan bisa dipertanggungjawabkan,” urainya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib memfasilitasi pemberian informasi secara benar kepada masyarakat. Walaupun sebenarnya memang diakui bahwa rata-rata korban berita palsu itu adalah masyarakat di kawasan pedesaan dan warga dengan SDM yang tidak terlalu tinggi.

“Ini dalam rangka menjemput bola menginformasika momen Pilkada secara utuh kepada masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Komisioner KPU Bondowoso Hairul Anam, dan Ketua Panwaslu Bondowoso Fricas Abdillah. (och)