BONDOWOSO – Sebanyak 144 ekor sapi dari 22 kecamatan di Bondowoso, saling beradu bobot di Festival Ternak Poncogati (FTP) 2018. Sapi-sapi ini mengikuti FTP di Halaman Unej Kampus Bondowoso, selama dua hari hingga Minggu (29/7). Setiap kecamatan membawa sapi dengan jumlah berbeda, sesuai dengan kategori yang diikuti.
Adapun kategori lomba yang diselenggarakan di antaranya, kategori pedet jantan, pedet betina, calon kareman, kareman, calon indukan, dan induk. Di samping itu, juga hadir sapi dari kabupaten tetangga khusus hanya mengikuti kelas ekstrem.

Pantauan di lapangan, usai sapi-sapi tersebut dihitung bobotnya, mereka masih melakukan “fashion show” tepat di hadapan forum komunikasi pimpinan daerah, sejumlah petinggi Universitas Jember Kampus Bondowoso, serta masyarakat yang turut menonton. Ada beberapa sapi yang sengaja dikenakan pakaian dari kain hijau lengkap dengan keronong. Tak pelak, hal ini menarik minat sejumlah pengunjung yang hadir. Tak sedikit masyarakat memphoto sapi-sapi yang dituntun peternaknya mengelilingi lapangan.

Sementara itu, di lokasi yang sama di selenggarakan, lomba protein hewani tingkatkan gizi dan prestasi yang dikemas dalam festival sate kado, festival bakso sapi serta lomba mewarna dan menggambar FTP 2018.

 

 

Plt. Sekertaris Daerah Karna Suswandi, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan FTP yang bekerjasama dengan Unej Kampus Bondowoso ini diharapkan mampu mendidik para peternak sedini mungkin. Mulai dari anak-anak hingga kepada para peternak secara keseluruhan.

“Tadi saya melihat ada lomba mewarnai bagi anak-anak didik kita sehingga nanti ke depan anak-anak didik kita sudah mengenal peternakan sedini mungkin,”urainya.

Menurutnya, beternak sapi merupakan sebuah usaha yang perlu untuk terus dikembangkan, mengingat potensi untuk meraih keuntungannya cukup besar. Apalagi potensi ternak sapi di Bondowoso sangat luar biasa. Kalau potensi ini tidak dikembangkan dengan baik, maka ini akan percuma, dan tidak akan mendapatkan dampak ekonomi yang luar biasa.

“Tapi kalau kita mulai hari ini mencoba untuk mengambangkan dengan baik, saya yakin seperti disampaikan oleh Pak Rektor untuk memasang target populasi hingga 390ribu ekor akan tercapai,”urainya.
Adapaun populasi ternak tahun 2018 di Bondowoso mencapai sekitar 292ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Munandar melalui Cendy Herdiawan, Kabid Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan P2HP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan), mengatakan, bahwa tujuan FTP ini diselenggaran untuk mengekspose hasil pengembangan ternak Inseminasi Buatan (IB). Seklaigus, menumbuhkan kesadaran dan rangsangan akan pentingnya teknis IB dalam rangka meningkat potensi genetic, kualitas dan kuantitas sapi potong.

“Ujungnya ya untuk meningkatkan pendapatan ternak,”pungkasnya.(och)