BONDOWOSO – Di tengah berbagai upaya menekan angka penderita HIV/AIDS di Bondowoso, kelompok-kelompok atau komunitas baru yang berpotensi penyakit tersebut justru bermuculan. Perlu sinergitas berbagai pihak untuk mencegah meluasnya penyakit tersebut.

Menurut dr. Yusdeny Lanasakti, pihaknya menemukan data terkait dengan adanya komunitas baru yang rentan terjangkit HIV/AIDS. “Di Bondowoso, ada komunitas baru yang berpotensi terjangkit HIV. Kami punya data informasinya, namun untuk kepentingan lebih lanjut tidak mungkin kami informasikan secara terbuka jadi perlu pertemuan khusus,” ungkapnya saat pertemuan antara Global Fund Aids TB Malaria (GF ATM) dengan Dinkes Bondowoso di Gedung PPNI, Rabu (5/4/2017).

Pria yang juga kepala UTD PMI Kabupaten Bondowoso ini berharap agar ke depannya semua stakeholder bisa meningkatkan koordinasi dan konsolidasi. “Yang terpenting adalah mari bersama kompak dan saling berbagi pengalaman serta berbagi informasi untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Karinda, Sp. OG menyampaikan jika kampanye dalam memberikan kesadaran dan pemahaman mutlak harus dan terus ditingkatkan. Sebab banyak masyarakat terkena HIV beserta keluarganya yang kurang sadar dan tidak paham akan bahaya HIV. Sehingga masalah ini berpotensi dapat membentuk komunitas baru yang membahayakan lingkungan dan menambah angka penderita HIV.

“Kami berharap penderita dan keluarga yang terjangkit HIV memiliki kesadaran bahwa ia sadar sedang terjangkit HIV dan harus mendapatkan penanganan medis,” tutupnya. (mc/esb)