PROBOLINGGO – Setelah sempat absen tahun 2016, tahun ini Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo kembali meraih penghargaan Adipura untuk kategori Kota Kecil.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. H.A. Timbul Prihanjoko, bahwa penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya kepadanya pada acara Malam Anugerah Lingkungan Tahun 2017 di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (2/7) malam lalu.

Wabup Timbul Prihanjoko kepada wartawan menegaskan bahwa Adipura yang kembali diraih tahun ini adalah prestasi seluruh rakyat Kabupaten Probolinggo khususnya Kraksaan.

“Keberhasilan meraih kembali Adipura tahun ini berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak terutama peran serta aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya saat diwawancara media, Sabtu (5/8).

Selanjutnya kata Wabup Timbul berharap Adipura yang berhasil diraih kembali setelah absen tahun lalu itu dapat terus dipertahankan.

“Semoga penghargaan ini bisa menjadi motivasi untuk kita semua dalam memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan, tak hanya saat penilaian Adipura saja tapi dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

 

Baca Juga : Polresta Probolinggo Bersama BNN Persempit Peredaran Narkoba Jalur Laut

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Rahcmad Waluyo menjelaskan bahwa penyumbang poin tertinggi pada tahap penilaian kemarin adalah Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Seborodengan areal seluas kurang lebih 5,4 hektar, sementara TPA di daerah lain luasnya rata-rata sekitar 1 s/d 2 hektar.

“Fasilitas sarana dan prasarana penunjang di TPA Seboro juga sangat mendukung pengelolaan sampah yang baik. Selain itu kita juga unggul di sektor pendirian Bank Sampah, dimana sementara ini sudah ada 13 unit yang beroperasi. Kami akan mengusulkan penambahan bank sampah lagi tahun depan,” ujarnya.

Kata Rachmad piala Adipura ini menambah koleksi anugerah kebersihan lingkungan yang diraih Kraksaan. Diawali tahun 2008 kemudian tahun 2009, 2010, 2012, 2013, 2014 dan 2015. Khusus tahun 2015 penghargaan Adipura yang diterima berwujud sertifikat, bukan piala. Kraksaan absen meraih Adipiura tahun 2011 dan 2016.

“Ini Sebagai bentuk rasa syukur dan apresisasi kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya Kraksaan atas diraihnya kembali Adipura tahun ini, rencananya piala Adipura tersebut akan dikirab pada gelaran Pawai Pendidikan Awal Tahun Pelajaran (ATP) 2016/2017,” pungkasnya. (ufa)