SURABAYA – Inovasi pelayanan publik melalui pembuatan command centre Polrestabes Surabaya sudah sesuai dengan standar internasional. Saya sejak kecil dan lama tinggal di Batam. Setiap minggu bolak balik Singapura dan tidak ada polisi di jalan dan hanya dipantau kamera. Demikian puji Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur didampingi Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol M Iqbal saat berada di command centre Polrestabes Surabaya, kemarin.

Asman mengatakan penggunaan CCTV dalam memantau keamanan sudah menjadi keharusan dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

“Dengan adanya CCTV sebagai kamera pengintai maka bisa dipantau secara terpusat di command centre,” katanya.

Asman juga mengapresiasi penerapan tilang menggunakan basis data CCTV yang dilakukan Polrestabes Surabaya. “Jadi tidak perlu lagi tilang di jalan. Bayar denda juga ke depan kalau bisa tidak perlu lagi di bank tapi bisa lewat handphone pakai e-money (uang digital),” ujarnya.

 

Baca Juga : Penerapan E-Tilang CCTV Akan Diberlakukan Oktober Mendatang

 

Menpan juga mendorong seluruh kementerian dan lembaga hingga pemda untuk bisa membuat inovasi dan menerapkan e-government (e-gov). Semakin banyak inovasi yang dilakukan maka tingkat efisiensi dan efektivitas pelayanan publik bisa lebih maksimal.

“Tiap lembaga punya inovasi seperti Polri, Imigrasi punya sendiri. Ke depan tinggal dikoneksikan untuk menjadi e-gov nasional, maka Indonesia tidak akan pernah kalah dengan negara maju sehingga pelayanan memang benar bisa dinikmati masyarakat” katanya.

Ditambahkannya, tiap daerah punya inovasi masing-masing. Namun Ia menilai Kota Surabaya sudah lebih maju walau belum sempurna.

“Ada empat kota yang melakukan inovasi pelayanan publik yakni Surabaya, Jakarta, Bali dan Batam. Duluan Jakarta dan Batam tapi Surabaya yang sudah jalan mall pelayanan publik. Surabaya sudah selangkah lebih maju.Mudah-mudahan Surabaya jadi model percontohan bagi daerah lain,” pungkasnya.(sga)