Share

BONDOWOSO – 80 persen organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) yang dimiliki di kantornya kadaluarsa. Dimana, masa kadaluarsa APAR itu enam bulan.

Ada juga OPD yang APARnya tak ada sama sekali.

Demikian disampaikan oleh Kasatpol PP Bondowoso, Selamet Yantoko, saat dikonfirmasi pada Kamis (27/1/2022).

Ia menyebutkan bahwa ini diketahui saat Personel Satpol PP dan Damkar melakukan pengecekan sarana proteksi kebakaran di sejumlah OPD dalam program Roti Bakar (Patroli dan Sosialisasi Titik Rawan Kebakaran).

“Kalau seluruh OPD di Bondowoso total ada 50an, jadi ya 80 persen dari total OPD itu,” katanya.

Ia menyebutkan, keberadaan APAR ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran.

Lebih-lebih, siapapun tidak bisa memprediksikan kapan kebakaran itu terjadi. Karena itulah, keberadaan APAR ini menjadi sangat penting.

Pihaknya akan mulai melakukan pengadaan 50an APAR tahun ini. Ini bisa dibilang pertama kali, karena tahun-tahum sebelumnya belum ada.

Selanjutnya, APAR ini akan ditukar dengan APAR yang kadaluarsa di OPD.

“Sembari kita pantau terus,” ujarnya.

Baca Juga : Satpol PP dan Damkar Bondowoso Terjun ke Sekolah, Ajarkan Cegah Kebakaran Sejak Dini

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mewacanakan APAR bagi masyarakat. Namun, nanti akan dikenakan pembiayaan.

“Mungkin dengan Perbup atau apa nanti regulasinya, kita juga akan membantu menyiapakan masyarakat yang ingin memiliki APAR. Ini harusnkita siapkan duli regulasinya agar tak salah,” jelasnya.

Disinggung tentang proteksi kebakaran di perusahaan, Selamet menyebutkan bahwa kalau untuk pabrik-pabrik dan sebagainya ke depan akan diusulkan adanya Perda tentang proteksi kebakaran.

Kendati belum bisa diusulkan tahun ini, namun rencana Perda ini telah menjadi wacana Satpol PP dan Damkar.

“Jadi setiap perumahan, gedung itu harus ada persetujuan atau rekomendasi dari Damkar untuk proteksi kebakaran. Ini sebagaian sudah dilaksanakan di kabupaten lain,” pungkasnya.

Sebelumnya pada sekitar sejak September 2021 lalu, Satpol PP dan Damkar Bondowoso mengintesifkan sosialisasi titik rawan kebakaran ke seluruh instansi hingga sekolah-sekolah.

Ini salah satu realisasi dalam program “Roti Bakar ” atau Patroli dan Sosialisasi Titik Rawan Kebakaran.

Sosialisasi ini salah satu bentuk preemtive dan preventif bencana kebakaran di Kota Tape.(och)