BONDOWOSO – Sebanyak 50 pelaku industri batik di Bondowoso meningkatkan mutu desain batik mereka melalui pelatihan pengembangan desain produk batik. Selama dua hari mereka saling tukar pengetahun dan diajari tentang mendesain batik, baik secara teori maupun praktik, di Hotel Ijen View Bondowoso, Kamis (9/11).

Agung Nurhidayat, Kepala Bidang Industrial, Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan ke depan diharapkan desain batik di Bondowoso bisa berorientasikan pasar dengan mengedepankan potensi lokal. Apalagi, potensi market batik di tingkat lokal masih besar. Ia menyimulasikan jumlah warga di Bondowoso yang mencapai 700 ribuan itu saja sudah menjadi potensi market yang bisa digarap. Sehingga, nantinya pembatik lokal bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri.

“Apalagi kalau interlokal dan ke mancanegara,” paparnya.

 

Baca Juga : Jelang Pilkades Serentak, Linmas Bondowoso Dilatih Khusus

 

Bambang Wuryantriyogo, Kepala Seksi Desain Produk Industri dan Teknologi Kreatif, Disperindag Provinsi Jatim, menjelaskan pelatihan ini merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan motif batik di Jawa Timur. Sehingga nantinya diharakan pada masing-masing kabupaten atau kota punya motif yang spesifik.

“Jadi nanti di Jawa Timur bisa bervariasi dan beragam,” paparnya.

Dia menjelaskan hingga saat ini motif batik yang sudah terdaftar di Jatim itu mencapai 1500-an. Di antaranya telah mendaftarkan ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk mendapatkan hak paten atas motif mereka.

“Ada yang kita fasilitasi dan ada yang difasilitasi oleh Perindag di Kabupaten masing-masing,” paparnya. (och)