Share

BONDOWOSO – Akhirnya lima orang nama pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso telah keluar.

Hal itu tertera dalam Surat dari Baznas RI Nomor R/1991/BPR-BHKL/ KETUA/KD.02.05/XI/2022.

Mahfud Junaedi ketua Pansel Baznas Bondowoso menyampaikan, bahwa ke lima nama orang tersebut keluar setelah mengikuti berbagai tahapan sejak awal.

Dan terakhir yakni tahapan tes wawancara yang langsung dilakukan oleh tim Baznas pusat.

Hari ini (2/12/2022) juga langsung digelar rapat pleno. Untuk menentukan struktur keputusan, mulai dari ketua dan wakil ketua. Sebelum akhirnya mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Kemarin sudah dilakukan tahap seleksi terakhir, yakni wawancara,” katanya.

Mahfud juga memastikan, lima nama yang muncul dan direkomendasikan untuk menjadi pimpinan Baznas kali ini, merupakan wajah baru semua.

Kemudian murni rekomendasi dari Baznas pusat, tanpa intervensi dari Timsel Kabupaten.

“Kami hanya memunculkan nama sepuluh besar saja,” imbuhnya.

Berdasarkan rekomendasi Baznas Pusat dan hasil musyawarah peserta yang direkomendasikan, diketahui H Akhmadi S.Pd., M.Pd, akan menjabat sebagai ketua. Kemudian Wakil Ketua I, H Mohammad Yusuf S.Hi, wakil ketua II, Drs Moh Arab M.Hi. serta Abdul Kadir S.Pd.I, senagai wakil ketua III dan Ramli S.Ag, MPd sebagai wakil ketua IV.

Baca Juga : Dinsos P3AKB Bondowoso Sebut Siap Beri Pendampingan pada 3 Anak Dirver Ojol Korban Pembunuhan

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Kesra Pemkab Bondowoso, Suharto menyampaikan, setelah dilakukan musyawarah untuk menentukan formasi kepengurusan ini. Langkah selanjutnya akan dilakukan, adalah meminta surat rekomendasi penetapan dari bupati.

“Berdasarkan regulasi itu, maksimal dua puluh hari,” tegasnya.

Ia juga berharap kepada para pimpinan Baznas yang akan segera dilantik, diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik. Khususnya lebih banyak menjaring zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat.

Mengingat jumlah zakat yang berhasil diserap, oleh Baznas dalam beberapa tahun terakhir. Masih sangat jauh dari potensi yang dimiliki.

“Mereka juga seharusnya bisa menyalurkan sesuai dengan peruntukannya, sesuai dengan yang menerima,” pungkasnya.(Och)