Share

SURABAYA – Sekitar 40 warga binaan kasus teroris yang tersebar di 17 Lapas/ Rutan di Jatim akan terus dipantau secara intensif perkembangannya. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)  Jatim Susy Susilawati, Senin (21/5).

Susy Susilo mengatakan, dari 40 napi kasus terorisme, tak semuanya  berpikir tentang radikalisme. “Mereka ada yang sudah kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun masih banyak pula yang masih harus dibina secara intensif agar segera sadar,” katanya.

Menurutnya, pasca kasus teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Kanwil Kemenkumham Jatim akan terus waspada. Hal itu terkait warga binaan atau narapidana kasus teroris yang ada di lapas dan rutan di Jatim.

Baca Juga : Polrestabes Siagakan 1.200 Personel Jaga Gereja di Surabaya

Tak hanya lapas dan rutan, dijelaskanya, pihaknya juga meminta seluruh UPT meningkatkan pengamanan dengan memperketat pemeriksaan arus masuk di pintu gerbang kantor. “Kami juga meminta agar seluruh pegawai melakukan pemeriksaan intensif dan kontrol terus menerus di dalam maupun di luar lingkungan kantor,”  jelasnya.

Ia menambahkan, kepada seluruh jajarannya agar tetap waspada. Terutama ketika ada orang yang mencurigakan, untuk segera dilaporkan ke pihak berwajib.Dan khusus Kepada Divisi Pemasyarakatan agar meningkatkan kewaspadaannya. “Terutama bagi lapas/rutan yang memiliki warga binaan kasus teroris ini kami pantau terus secara intensif,” pungkasnya. (ags)