Share

Lumajang – Empat dump truck plus sopirnya terpaksa diamankan Satuan Reserse Kriminal unit Tindak Pidana Korupsi Polres Lumajang, beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, keempat dump truck tersebut ditengarai mengangkut pasir illegal dari lokasi penambangan di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Informasi di kepolisian menyebutkan, truk yang dikendarai keempat sopir berinisial JM, SA, SD dan AA ditangkap oleh unit Tipikor Polres Lumajang saat mengangkut pasir tak jauh dari lokasi penambangan. Namun, baru kemarin malam keempat sopir menjalani proses pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Empat dump truck yang masih bermuatan pasir illegal sudah diamankan dan saat ini masih yang bersangkutan masih dimintai keterangannya,” tutur Kanit Tipikor Ipda Wendi Sulistiono, STK saat jumpa pers tadi siang sekira pukul 11.00 Wib.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Wendi Sulistiono menjelaskan bahwa pasir itu dibeli dari penambang pasir illegal yang berada di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Sedangkan harga per satu dum truck senilai Rp 400 ribu. Rencananya, pasir itu akan dijual dengan harga antara Rp 1,1 juta s/d Rp 1,5 juta.

“Akibat perbuatannya itu, keempat sopir dijerat UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun dan paling lama 10 Tahun,” ungkapnya.

Disinggung kenapa hanya lokasi penambangan di Desa Jugosari yang menjadi atensi Tipikor, padahal dibeberapa lokasi penambangan pasir juga banyak yang tidak mengantongi ijin, dengan santai Wendy mengatakan semua penambang pasir illegal akan ditindak tegas.“Jangan mengatakan kami tebang pilih. Semua penambang pasir illegal akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (cho)