Share

BONDOWOSO – Peta penyebaran Covid-19 Kabupaten Bondowoso menyebutkan sebanyak 24 orang reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Jumlah tersebut terdapat di Kecamatan Klabang satu orang, Wringin 3, Tegalampel 3, Kademangan 2, Nangkaan 7, Grujugan 3, Maesan 2, Wonosari 1 dan Pujer 1.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron membenarkan data tersebut. dr. Imron menjelaskan, rekam jejak perjalanan mereka ada yang dari santri dari pondok pesantren di Temboro, Magetan yang baru pulang kampung. Selain itu, juga ibu hamil dan beberapa orang lainnya yang masih dilacak.

“Tim kami terus telusuri dan melacak rekam jejak yang lain. Guna memutus rantai penyebaran Covid -19 ini,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2020).

Meski demikian, hasil rapid test tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa orang bisa dinyatakan positif atau tidak. “Akurasinya tidak lebih dari 50 persen,” katanya.

 

Baca Juga : Hari Pertama Pemberlakukan Wajib Masker, Satlantas Lakukan Patroli

 

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat menghilangkan stigma rapid test itu positif. Menurutnya, hasil rapid test itu belum tentu positif Corona, melainkan masih dalam reaktif.

“Hasil dari rapid testi itu reaktif namanya. Sebab, bisa disebut positif Covid -19 itu, apabila hasil dari swab. Bukan rapid test,” ungkapnya.

Adapun untuk yang positif Covid-19 berjumlah dua orang. Satu orang warga Nangkaan masih diisolasi. Satu lagi warga Wringin sudah sembuh.

Sumber data yang dihimpun, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kabupatem Bondowoso berjumlah 1016 orang. Sebanyak 189 ODP dalam proses pantau dan 827 sudah selesai proses pantau oleh tim medis. (abr)