Share

SURABAYA – Sebanyak 21 pasangan bukan suami istri sah diamankan tim gabungan dari Polres KP3  Tanjung Perak Surabaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya dari sejumlah hotel mini atau tempat penginapan di sekitar Pantai Ria Kenjeran Surabaya, tadi malam.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Reskrim Polres KP 3 Tanjung Perak Surabaya Iptu Roni Faslah mengatakan razia dengan sandi pekat (penyakit masyarakat) ini digelarnya dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2017,mencegah tindak asusila, premanisme dan semua tindak kejahatan.

“Semuanya akan kita antisipasi, agar kondisi Surabaya jelang ramadan ini aman dan kondusif,” katanya.

Tak cuma menyasar hotel-hotel yang dijadikan tempat pasangan mesum, Roni Faslah menegaskan, operasi pekat ini juga menyasar minuman keras, bahan peledak, premanisme, dan prostitusi.

 

Baca Juga : Operasi Pomal Lantamal V Surabaya, Jaring 3 Anggota TNI dan 1 PNS di Tempat Hiburan Malam

 

“Khusus untuk malam ini kami mulai menyasar hotel-hotel yang dimungkinkan menjadi tempat favorit bagi pasangan yang bukan suami istri di wilayah Kenjeran Surabaya,” ujarnya.

Menurut Roni Faslah, pasangan yang terjaring razia dimungkinkan untuk tidak hanya dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring). “Setelah selesai didata, mereka dipulangkan. Tinggal menunggu, nantinya akan dipanggil untuk menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Surabaya,” ujarnya.

Roni Faslah menambahkan, masyarakat agar proaktif dalam menjaga keamanan lingkungannya. “Kalau ada yang mencurigakan silakan lapor ke kepolisian terdekat, biar nanti polisi yang menindak,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam operasi pekat kali ini petugas gabungan menyisirtiga hotel yang berada di kawasan wisata Kenjeran Park Surabaya. Operasi membuat orang yang menginap panik. Bahkan ada yang masih menggunakan pakaian dalam. Tidak hanya itu, ada yang memilih bersembunyi di dalam kamar mandi, karena panik dan tidak menggunakan pakaian.

Namun, petugas memintanya segera berpakaian. Kemudian mereka yang terjaring, dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diminta untuk bernyanyi Indonesia Raya, Padamu Negeri dan melafalkan Pancasila.(sga)