BONDOWOSO – Hingga bulan Mei 2017 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program keluarga harapan yang telah menerima bantuan sosial non tunai mencapai tiga juta orang.

“Penerima PKH tahun lalu masih 3,5 juta, kemudian di November 2016 jadi enam juta. Dari jumlah ini yang menerima non tunai itu 1,2 juta  kemudian pencairan pertama tahun 2017 ini penerima non tunai meningkat jadi tiga juta,” ungkap Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri acara Penyaluran Bansos non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Mentri Sosial RI, di Pendapa Bupati, Kamis (3/8).

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Himbara (Himpunan bank negara) yang terdiri dari BNI, BRI, Mandiri, BTN, Bank Indonesia, serta OJK, bahwa nanti bansos nontunai ini akan diperluas, dan setelah dipetakan bahwa Himbara ini siap untuk bansos non tunai sebanyak enam juta KPM.

Baca Juga : Menteri Khofifah: PKH Bisa Memutus Rantai Kemiskinan

“Penerimaan nontunai ini yang nanti kita harapkan Agustus tahap ketiga bisa tuntas,” ujarnya.

Menurut Khofifah, bantuan non tunai ini merupakan security sistem bagi KPM. Sehingga kemungkinan untuk disalah gunakan relatif kecil.

Data diterima dari Dinas Sosial Bondowoso, dari total 23 kecamatan, baru ada sembilan kecamatan di Bondowoso yang meneima bansos non tunai. Kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Pujer, Maesan, Wonosari, Tlogosari, Wringin, Tamanan, Bondowoso, Cerme, dan Tegalampel.

Sementara nominal yang diterima KPM tahun ini diratakan sebesar Rp 1.890.000 setahun yang diberikan melalui empat tahap. Khusus bagi KPM yan memiliki lansia dengan usia 70 tahun dan penyandang disabilitas, nominal yang diberikan Rp 2 juta. Sebelumnya, nominal yang diterima setiap KPM disesuaikan dengan jumlah dan jenjang sekolah anak.(och)