BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, menggelar kontes ternak sapi hasil inseminasi buatan (IB). Sedikitnya ada 192 ekor sapi milik peternak dari Bondowoso, yang berlaga dalam tujuh kategori yang dilombakan. Di antaranya, kategori induk, induk lokal, calon kereman dan kereman, pedet jantan, pedet betina, serta kategori calon induk.

Kontes sapi ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (6/9) hingga hari ini (7/9) di Alun-alun Ki Bagus Asra.

Menurut Hari, Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Bondowoso, tujuan diselenggarakan ini untuk meningkatkan kualitas ternak lokal, sehingga bisa menaikkan daya jual sapi-sapi di kota tape ini.

“Selain itu juga bisa menjadi tempat tukar informasi antara peternak satu dengan yang lain. Kemudian juga, kontes ini diharapkan bisa menjadi pemicu peternak-peternak yang lain untuk bisa menghasilkan sapi-sapi berkualitas,” papar Hari.

Sementara itu, salah satu Juri dari Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan, Abdul Samik, mengatakan dalam kontes ternak ini diharapkan para peternak tidak melakukan hal-hal yang menyakiti sapi untuk mendapatkan berat yang besar. Seperti melakukan “contang” yang berlebihan kepada sapi. Karena menurutnya, contang yang berlebihan bisa membuat hewan ruminansia itu mengalami gangguan kesehatan, bahkan bisa ambruk.

 

Baca Juga : Kader PKB Bondowoso Siap Sisihkan Gaji untuk Warga Rohingya

 

“Dicontang sebenarnya boleh, tapi harus sesuai takaran. Lah ini peternak yang pingin menang itu dicontang berlebihan. Tapi dipastikan dicontang dalam kontes ini tidak boleh. Jika ditemui akan didiskualifikasi,” jelasnya.

Selain dilarang menyontang, juga ada beberapa hal yang bisa membuat kontestan sapi ini didiskualifikasi yakni puting (untuk peserta sapi betina) harus empat tidak boleh lebih, umur juga harus sesuai, serta jika salah masuk kelas.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 08.00 WIB, Rabu (6/9), sapi-sapi dari berbagai wilayah sudah memasuki hanggar masing-masing. Satu hanggar dengan panjang sekitar 20 meter itu diisi sedikitnya lima hingga enam sapi. Setiap sapi bergantian dipanggil oleh Juri untuk ditimbang dan dinilai. (och)